Soal Covid-19 di Jabar, Emil: Belum Ada Kata Menang, Kerawanan Masih Ada

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, selama AKB kita belum bisa dikatakan menang melawan covid-19

Majalengka, korandesa.id – Kurang lebih satu bulan penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Jawa Barat, menurut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, penerapan AKB ini bukan berarti kita sudah merdeka melawan virus corona.

“Belum ada kata menang, kerawanan masih ada,” Ujar Ridwan Kamil saat kunjungan ke Majalengka, pada hari Rabu (22/7).

Menurut Ridwan Kamil, walaupun belum menang melawan virus corona, akan tetapi Jawa Barat lebih terkendali jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain.

“Walaupun jumlah penduduknya terbesar akan tetapi kasusnya tidak terlalu besar, Jawa Barat saat ini berada diurutan ke lima, Dibawah Jawa Timur, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah dan setelahnya baru kita Jawa Barat,” Katanya.

Saat konferensi pers Ridwan Kamil berharap Bupati Majalengka bisa memonitoring keluar masuk penduduknya.

“Jadi Majalengka ini lokal infeksinya sudah kita tes memang tidak ada. Jadi kalau mau majalengka aman, manajemen tamu-tamu harus di perhatikan dan dijadikan prioritas di lapangan,” Ujarnya kepada Bupati Karna Sobahi.

Pada kesempatan itu juga Ridwan Kamil, memberikan PR untuk Kabupaten Majalengka agar kembali melakukan tes swab sesuai standar WHO.

“Tantangan buat majalengka ada satu, karena dinaikkan standarnya oleh WHO 0.5% dari jumlah penduduk maka yang sekarang 3600 harus naik ke 7500, Saya titip ke pak bupati untuk melakukan pengetesan PCR mendekati 7500,” Utusnya.

Menanggapi usulan Gubernur, Bupati Majalengka Karna Sobahi, mengatakan pemerintah Kabupaten Majalengka akan melaksanakan tes Swab sebanyak empat ribuan lebih.

“Kita akan laksanakan swab, pertama kepada guru, mungkin teman-teman juga (kepada awak media), karena kita banyak bertemu, banyak berkerumun apa boleh buat kita masukan kepada agenda, teman-teman pers media untuk dilaksanakan Swab,” Tandasnya.

(Rick)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.