Suasana perayaan Natal Ala Anak Anak GKP Cideres

oleh -78 views

Majalengka, kotandesa.- “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang”. Kalimat tersebut ditulis besar dengan huruf biru, terpampang di dinding depan ruang Gereja Kristen Pasundan Cideres atau disebut juga dengan gereja Djendings, di Cideres,  Kecamatan Dawuan, Dawuan, Kabupaten Majalengka, pada acara perayaan natal yang diselenggarakan Komisi Anak, Sabtu (21/12/2019) malam.

Di samping dinding bertuliskan tema natal, tepatnya disudut, ada pohon natal yang tidak begitu besar juga tidak kecil, selain itu ada tumpukan kado yang dibuat oleh panitia untuk ratusan anak-anak yang hadir di gereja.

Sejumlah anak mengenakan baju baru dengan warna kontras, ada pula yang berpenampilan sederhana, beberapa diantara anak-anak ada yang mengenakan seragam karena mereka masuk paduan suara atau akan mementaskan tarian guna memeriahkan perayaan Natal yang diselenggarakan Komisi Anak dan Remaja di gereja tersebut. Mereka sangat ceria menyambut pesta natal, dengan tumpukan kado di depan mereka.

Ketika menyanyikan kidung natal, anak-anak menyanyi dengan khidmat. Ada juga lagu fuji-fujian yang ceria. Setelah itu ada yang membaca fuisi ada pula yang menari dan opera menggambarkan cerita Yesus serta sinterclas anak. Sebelum acara tersebut dimulai ada khutbah singkat dari Pendeta serta ceramah dari Ketua Komisi Pelayanan Anak Gereja Kristen Pasundan Cideres Oktalien Hartien Paroke.

Yang unik dari acara perayaan natal yang diselenggarakan komisi anak-anak dan remaja ini tak hanya dihadiri anak-anak dari umat kristiani namun juga banyak diantara mereka yang beragama Islam. Mereka ikut dengan sejumlah teman dan saudaranya ke gereja. Hal ini biasa terjadi setiap tahun.

Mereka ceria, menyatu tidak ada batasan suku, ras dan agama. Karena disana yang hadir dari berbagai suku, ada sunda, jawa, Batak serta dari keturunan Tionghoa.  Mereka saling melepas kangen dengan keceriaan natal setelah sekian lama tidak bertemu.

Oktalien Hartien Paroke disertai Majelis Gereja Rina Supriatin mengungkapkan, perayaan natal komisi anak dan remaja dilakukan lebih dulu, karena mereka menampilkan beragam pentas kesenian setelah menyanyi dan ada paduan suara di depan.

“Kalau yang hadir sangat banyak, kami juga menyediakan kado hingga 250 karena biasa kalau komisi anak dan remaja jumlahnya banyak, lebih banyak dari komisi ibu-ibu,” ungkap Oktalien.

Yang hadir tak hanya umat kristen namun banyak muslim yang datang dari berbagai daerah di luar kota yang ikut saudaranya untuk liburan di Majalengka, jumlahnya bisa mencapai puluhan orang.

Disampaikan Tia yang menjadi panitia penyelenggara kegiatan di komisi anak, natal tahun ini mengambil tema “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang” sesuai tema yang diberikan dari Persekutuan Gereja Indonesia. Agar tetap menjunjung tinggi perbedaan, persatuan dan kerukunan dengan semua umat agar segalanya bisa lebih kuat.

“Kami dari komisi anak dan remaja saling menjaga toleransi, persatuan dan kerukunan. Kami semua bersahabat dengan semua agama, tanpa membedakan latar belakang sosial atau apapun,” ungkap Tia yang menjadi pegiat sosial dan masih kuliah di UPI jurusan Pendidikan Luar Biasa.

Pada acara tersebut juga dihadiri ibu-ibu yang ingin melihat anak-anak mereka pentas. (KD 02)