Sukarno, Unggul dari 2 Paslon Lainnya

Majalengka, KD
Berdasarkan hasil real count yang dilakukan PDI Perjuangan menempatkan bahwa paslon Sukarno nomor urut dua unggul sementara, di kantor setempat dalam jumpa pers dengan awak media, Rabu (27/6).
Ketua Tim Pemenangan Paslon nomor 2 H. Edy Anas mengucap syukur atas perolehan suara yang menempatkan paslon Sukarno unggul sampai pukul 20.50 Wib dengan perolehan suara paslon nomor 2 sukarno 47,24 persen disusul paslon dengan nomor urut 3 Sopan dengan 32,17 persen serta paslon nomor urut satu Maju 10,15 persen.
Sementara itu calon bupati Majalengka Karna Sobahi mengatakan mengucapkan terimakasih kepada tim pemenangan. Kami menghadapi ujian dan inilah hasil gotong royong, karena kader militan tetap bergerak dan semangat. Persiapan kami sudah jauh sejak tahun 2015. Saya dengan Tarsono tidak pernah tidak ke desa karena semata mata ingin menang. Kami pahit dalam perjuangan ini, dengan tekad yang kuat alhamdulillah nomor dua unggul dibandingkan calon lainnya.
Pengalaman saya selama mengikuti pilkada tahun ini alhamdulillah kondusif. Tidak akan ada sekat di 343 desa dan kelurahan, sekali lagi saya bersyukur alhamdulillah, ” paparnya.
“Calon yang diusung PDI Perjuangan Karna Sobahi, dan Tarsono D. Mardiana ini siap membawa masyarakat Kabupaten Majalengka menuju Majalengka Raharja yaitu relijius, adil, harmonis, dan sejahtera. Dirinya siap memimpin Kabupaten Majalengka dan akan menjadi pelayan terbaik bagi masyarakat, ” kata Karna Sobahi.
Karna pun menyadari banyak warga berharap, harus dapat melaksanakan pembangunan yang lebih baik lagi, khususnya dalam melayani kemasyarakatan. Dia berjanji akan melaksanakan 11 prioritas percepatan pembangunan, yakni pemberdayaan lembaga pendidikan agama dan keagamaan, peningkatan layanan pendidikan yang gratis, tuntas dan berkualitas, serta peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan kesehatan gratis. Selain itu peninjauan regulasi tarif PBB (pajak bumi dan bangunan) untuk menetapkan pajak yang berkeadilan. Peningkatan dan perluasan kesempatan kerja melalui program padat karya infrastruktur perdesaan, mencetak wirausaha muda melalui program Tenaga Kerja Mandiri dan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK). Optimalisasi dan revitalisasi pasar tradisional, peningkatan pemberdayaan penyandang masalah kesejahteraan sosial melalui pemberdayaan rumah tidak layak huni dan bantuan peralatan bagi pedagang kaki lima (PKL) serta pedagang keliling dan pemberdayaan lansia. Serta peningkatan dan percepatan pembangunan pariwisata di Kabupaten Majalengka harus dapat menjadi program ke depan, seiring potensi luar biasa yang dimiliki Kabupaten Majalengka. Tidak lupa siap menciptakan lumbung pangan mandiri dan lumbung pangan masyarakat serta optimalisasi lembaga pemuda, seni, budaya dan olahraga serta peningkatan profesionalitas, intregritas dan kesejahteraan ASN. (Eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.