Tanggapi Soal Banjir, Mahasiswa Majalengka: BIJB Juga Harus Tanggungjawab

oleh -390 views

Majalengka, korandesa.idBanjir yang melada Kabupaten Majalengka pada hari Minggu (7/2/2021) mengakibatkan beberapa desa terendam air.

Banjir yang merendam 9 desa dalam satu hari itu, menuai kritikan dari Mahasiswa Universitas Majalengka Agi Muhlis Bahari.

Agi menilai penyebab banjir yang terus melanda Kabupaten Majalengka dalam beberapa bulan terakhir, dikarenakan banyaknya alih fungsi lahan di Majalengka.

“Dari beberapa desa yang terdampak banjir hari ini, kebanyakannya itukan desa yang berada di wilayah Kecamatan Kertajati. Kalau menurut saya faktor utama disana itu salah satunya karena alih fungsi lahan sehingga menyebabkan resapan air menjadi kurang,” ujar Mahasiswa Teknik Industri itu, Senin (8/2/2021).

Selain itu dirinya juga mengatakan, Keberadaan Situ Jawura seluas 42 hektare (ha) dan Situ Cimaneuh seluas 27 ha, cukup bisa mengendalikan keluar masuknya air di Kecamatan Kertajati serta Kecamatan Jatitujuh.

“Menurut berita yang pernah saya baca, hasil kajian Dinas SDA Jabar, Situ Jawura dan Situ Cimaneuh harus dikeruk kembali. Hanya saja, permasalahan luapan air saat ini terjadi di hilir, yakni Sungai Cibuaya,” kata Aktivis HMI Majalengka itu.

Menurutnya, penanganan ini harus segera dilakukan sesuai dengan masterplan pembangunan drainase bandara, termasuk Cibuaya yang ditangani lewat CSR (corporate social responsibility).

“BIJB harus segera melaksanakan program CSR tersebut , karena BIJB berada di daerah kertajati dan selaku pendorong aerocity permasalahan ini sebagian menjadi tanggungjawab perusahaan yang menempati wilayah,” pungkasnya.

Laporan: Erick Disy Darmawan