Tanpa Kenal Lelah Tim Relawan Taruna Merah Putih Peduli Pencegahan Covid 19 Terus Bergerak

Tim Relawan Taruna Merah Putih Kabupaten Majalengka siap siap untuk kembali melakukan aksi sosialnya mencegah penularan virus covid 19

Majalengka, korandesa.id. –
Robi, Toto, Egi, Kampeng, Maman, serta 6 orang teman lainnya setiap hari menggendong tangki berisi desinvektan seberat lebih dari 10 kg, mereka terus berkeliling dari rumah ke rumah dan tempat umum untuk melakukan penyemprotan dengan harapan warga terhindar dari virus yang kini dinaggap horor yang sangat menakutkan.

Salah satu Relawan Taruna Merah Putih Kabupaten Majalengka sedang menyemprotkan desinfektan di salah satu rumah warga

Tidak mengenal panas dengan baju Alat Pelindung Diri serta sepatu boot yang biasa mereka pergunakan untuk mengaduk pasir dan semen saat menjadi kuli bangunan atau ke kebun, walaupun ditengah terik matahari, atau saat gerimis mereka tetap mengunjungi setiap rumah warga yang terkadang meminta mereka untuk menyemprot seluruh ruangan rumahnya.

Relawan ini bahkan ada yang sudah berusia diatas 60 tahun yang maksa ingin mengabdi untuk sesamanya.
Ketika tangki kosong, para relawan ini kembali mengaduk cairan desinvektan dengan air yang ada di mesjid, balai desa atau dari warga setempat, agar mereka bisa kembali menggendong tangki untuk melakukan penyemprotan.

Mereka ini bekerja mulai pukul 08.00WIB hingga pukul 16.00 atau bahkan hingga pukul 17.00 WIB tergantung situasi yang ada. Kegiatan hanya terjeda saat makan siang atau solat duhur.

Sekitar 10 orang lainnya yang tidak melakukan penyemprotan terus berupaya mengedukasi warga sambil membagikan lieflet berisi himbauan agar mereka tetap menjaga kesehatan serta penjelasan menganai virus corona, bagaimana menyebar dan bagaimana upaya mencegahnya.
Mereka ini adalah relawan Taruna Merah Putih yang diberi tugas oleh Ketua Umum Taruna Merah Putih Maruarar Sirait yang juga politisi PDI Perjuangan dan tiga kali menjadi anggota DPRRI dari wilayah Subang Majalengka Subang.
“Saya ingin semua warga Majalengka sehat, tidak ada yang terjangkit seorangpun, makanya tindakan preventif harus dilakukan, ikuti semua petunjuk kesehatan yang sudah diterbitkan pemerintah,” ungkap Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait.

Koordinator kegatan Sabungan Simatupang mengatakan, kegiatan tersebut akan dilakukan di 100 desa yang ada di Kabupaten Majalengka mulai Senin (6/4/2020), lokasinya adalah di daerah-daerah yang dianggap rentan dengan penyebaran virus. Wilayah yang banyak terdapat TKI, buruh pabrik, banyak pekerja yang berada di luar kota dan kini pulang kampung, serta tempat yang banyak dikunjungi warga dengan keramaian yang cukup tinggi.
Untuk melakukan penyemprotan tersebut dilakukan oleh dua kelompok yang masing-masing berjumlah 10 orang.
“Titik-titik penyemprotan sesuai data yang dimiliki Satgas Pencegahan Covid-19 yang dibentuk Pemda Majalengka serta sebagian data dari kepolisian, karena kami tidak memiliki data yang akuran menyangkut hal tersebut,” ungkap Sabungan.

Namun demikian menurutnya saat berada di lapangan banyak masyarakat yang meminta dilakukan penyemprotan dengan alasan di wilayahnya banyak pemudik yang baru tiba dan ada kekhawatiran membawa virus karena ada yang sakit, hingga pihaknya harus memenuhi permintaan tersebut.
“Kebetulan desinvektan tersedia banyak, jadi kami bisa memenuhi permintaan masyarakat yang tidak teragendakan untuk dilakukan penyemprotan,” ungkap Ketua TMP  Kabupaten Majalengka Sabungan Simatupang.

Menurutnya ada beberapa desa yang masyarakatnya sudah memahami penyebaran virus covid-19 yang mereka ketahui dari berbagai media, namun lebih banyak yang tidak memahami sehingga ketakutannya sangat berlebihan, namun anehnya mereka tetap mengabaikan himbauan seperti untuk tidak bepergian ke luar dan banyak kerumunan, mereka juga membiarkan anak-anaknya yang masih usia SD dan SMP berkeliaran jauh ke tempat keramaian dan berkerumun hingga lebih dari 8 orang dan sebagainya, tanpa masker atau pelindung lainnya. Alasanya sangat sederhana, diantara  mereka tidak ada yang mengalami sakit.
“Kami akan terus melaukan edukasi dan penyemprotan karena warga membutuhkan, jika masyarakat tenang dan merasa tuntutannya telah terpenuhi diharapkan virus akan lebih terhindari,” katanya.

Sementara itu sejumlah warga di tiap desa mengaku lega dengan adanya penyemprotan tersebut, karena ada banyak desa yang belum melakukannya, ada pula desa yang sudah setiap minggu melakukan penyemprotan seperti di Desa Mekarsari, Jatiwangi.
“Bingah disemprot, ari maskerna aya henteu, ema peryogi masker,” kata seorang ibu.()**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.