Universitas Majalengka Lepas 651 Mahasiswa Untuk Laksanakan KNM

Simbolis pemasangan face shield oleh Rektor Universitas Majalengka kepada Mahasiswa

Majalengka, korandesa.id – Laksanakan Kerja Nyata Mahasiswa (KNM), Universitas Majalengka lepas  651 mahasiswa secara Luring di gedung Auditorium.

Dengan jumlah peserta hadir yang dibatasi, secara resmi Universitas Majalengka melaksanakan KNM di 40 Desa dari hari ini tanggal 12 Agustus sampai 28 Agustus 2020 mendatang.

“Hari ini pun mereka sudah diturunkan ke Desa dan hari ini pun mereka sudah implementasi program, karena waktu kita hanya dua minggu, jadi dalam waktu dua minggu itu efektif betul di lapangan,” Ujar Ketua Pusat Penelitian dan  Pengabdian Masyarakat, H. Dadang Sudirno, SE, M.Si.

Pada tahun ini, KNM Universitas Majalengka mengusung tema “Kemandirian Desa Lawan COVID-19 Secara Ekonomi dan Pangan dengan Pemanfaatan dan Penggalian Potensi Desa”.

KNM 2020 ini diharapkan para mahasiswa bisa membantu gugus tugas dalam penanganan COVID-19 di Kabupaten Majalengka.

Dikatakan Dadang, berbeda dengan tahun lalu biasanya mahasiswa di fasilitasi oleh kampus berupa Jas KNM dan Tas KNM.

Namun pelaksanaan KNM sekarang para mahasiswa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) berupa Face Shield dan Masker.

“Biaya tetap sama, namun tahun ini dialokasikan ke kaos, selain itu kita juga kasih hand sanitizer kemudian juga kita sediakan disinfektan untuk program mahasiswa,” Katanya.

Ditambahkan Rektor Universitas Majalengka, Prof Dr Ir H Sutarman, M Sc, Pelaksanaan KNM yang dilakukan di tengah pandemi COVID-19 ini sudah mendapatkan ijin dari berbagai pihak.

“Secara legalitas di dukung oleh keputusan normatif, yang pertama Senat Universitas mendukung adanya KKN Luring, yang kedua birokrat yang memiliki otoritas yaitu Gugus Tugas COVID-19 dan BPBD mengijinkan untuk KNM Luring,” Jelas Prof Sutarman.

Walaupun sudah diberi dukungan oleh pemegang otoritas, Prof Sutarman meminta mahasiswa harus melaksanakan empal hal yakni memakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan menjaga kesehatan.

“Bagaimana mungkin kita bisa memberikan motivasi atau edukasi kepada masyarakat kalau mahasiswanya sendiri tidak melaksanakan itu,” Pesannya.

(Rick)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.