Berantas Peredaran Rokok Ilegal Di Majalengka, Pemkab Bentuk Tim Satgas Operasi Rokok Ilegal

oleh -49 views

KORANDESA.ID, MAJALENGKA- Maraknya peredaran rokok ilegal di Indonesia menimbulkan kerugian bagi negara bahkan sangat berdampak pada perusahaan pabrik rokok resmi yang ada di negara kita. Untuk hal itu, guna memberantas peredaran rokok ilegal yang beredar di wilayah kabupaten Majalengka, pemerintah daerah terus berupaya memberantas peredaran rokok ilegal tersebut.

Dari data yang diperoleh wartawan, puluhan ribu bantang roko di Kabupaten Majalengka telah berhasil disita oleh petugas gabungan dari bea cukai dan Satpol PP Majalengka.

Tercatat Tahun 2021 sebanyak 37.280 Batang roko ilegal berhasil diamankan dan ditahun ini, petugas kembali berhasil mengamankan 26.836 batang roko ilegal tersebut.

Maka dari itu, salah satu upaya yang dilakukan dalam pemberantasan barang kena cukai ilegal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka, saat ini telah membentuk tim satgas operasi. Yang didalamnya terdapat petugas dari Bea Cukai, TNI, Kepolisian, Kejaksaan, Satpol PP serta dinas teknis terkait lainnya.

“Untuk itu, maka sangat dibutuhkan sinergi dan komunikasi bersama dengan unsur komponen terkait,” ungkap Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Majalengka, Toto Prihatno.

Sementara itu, Kepala Seksi Penindakan Bea Cukai Regional Cirebon, Mei Hari mengungkapkan, pemberantasan rokok ilegal merupakan sebuah slogan dari Bea Cukai sebagai wujud komitmen untuk menekan peredaran rokok ilegal dan mengamankan penerimaan negara.

Operasi Berantas Rokok Ilegal tersebut diwujudkan dengan sosialisasi, edukasi, dan penindakan. Ia juga mengakui bahwa Operasi Berantas Rokok Ilegal telah masif dilakukan oleh kantor Bea Cukai Regional Cirebon yang tersebar di berbagai daerah.

Sebagai bentuk pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Majalengka, Bea Cukai Regional Cirebon bersama instansi terkait yang tergabung dalam Satgas Tim Operasi Kabupaten Majalengka melaksanakan Operasi Berantas Rokok Ilegal.

“Tim mendatangi kios-kios yang menjual rokok eceran sambil memberikan pengarahan dan sosialisasi tentang rokok ilegal. Kita juga sekaligus menempelkan stiker terkait ciri-ciri rokok ilegal di sejumlah titik sebagai wujud edukasi pada masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementarai Ciri-ciri rokok ilegal dan penjual rokok ilegal dapat dikenai sangsi pidana dan administrasi.

Mei Hari menjelaskan, bahwa rokok ilegal dapat dikenali melalui ciri-ciri fisik kemasannya, yaitu rokok dilekati pita cukai palsu, rokok dilekati pita cukai bekas, rokok dilekati pita cukai yang bukan peruntukannya, atau rokok tanpa dilekati pita cukai.

Sementara bagi masyarakat yang menjual maupun membeli dapat dikenakan sanksi pidana dan denda. Hal ini karena telah melanggar Pasal 56 Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai yang berbunyi. “Setiap orang yang menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang kena cukai yang diketahuinya atau patut harus diduganya berasal dari tindak pidana berdasarkan undang-undang ini dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan pidana denda paling sedikit 2 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar”.

“Jadi, yang jual rokok ilegal dapat dikenakan sanksi pidana dan administrasi sesuai UU Cukai. Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar melaporkan peredaran rokok ilegal ke kantor bea cukai terdekat atau bisa menghubungi 1500 225,” ujarnya. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.