Data Penerima Vaksin Tidak Sinkron, Guru Asal Majalengka Kecewa

oleh -38 views

Majalengka, korandesa.id Pasca penetapan Vaksin yang dicanangkan oleh, Pemerintah Pusat untuk menekan penyebaran Virus Covid-19 yang sudah hampir 2 tahun berjalan tetap menuai polemik di Masyarakat.

Hal ini diungkapkan oleh ibu Sukini (41), ia didaftarkan sebagai penerima Vaksin ke – 1 dari unsur Tenaga Didik sebagai Guru Kober Nurul Hasanah, beralamat di Blok Sabtu RT.004/002 Desa Ranji Wetan Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka kecewa ketika di cek melalui Website Peduli Lindungi hasilnya tidak terdaftar. 3 Juni 2021.

Sukini (41) menjelaskan hari itu, ia datang ke Puskesmas Kasokandel tepatnya pada tanggal 24 Mei 2021, dengan maksud untuk menerima Vaksin pertama, namun ketika menerima sertifikat vaksin pertama dari pihak Puskesmas Kasokandel justru nama yang muncul atas nama orang lain (Badriyah) bukan dirinya ucapnya.

Lalu ia mengatakan ketika dirinya mengetik identitasnya di website peduli lindungi, berdasarkan NIK 3210246xxxxxx0001 hasilnya malah tidak terdaftar. Akan tetapi ketika ketik Badriyah dengan mencantumkan NIK 3210246xxxxx0001 hasilnya terdaftar sebagai penerima vaksin pertama.

“Aneh saya masukan, NIK berdasarkan di KTP melalui website Peduli Lindungi tetap munculnya malah orang lain, sedangkan nama Badriyah sebenarnya bukan penerima vaksin pertama pada saat itu,” ujarnya, Selasa (8/6/2021).

Sementara itu ketika di konfirmasi di ruang kerja Kepala Seksi Sub Heler Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka Siti Romlah, ia menjelaskan ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh penerima vaksin pada waktu itu.

Lalu ia menjelaskan, tahapan pertama yang harus dilalui, Calon penerima vaksin terlebih dahulu harus membawa, e-ticket serta membawa foto Copi KTP kemudian diserahkan kepetugas untuk dilakukan screaning, terakhir dilakukan verifikasi data, sehingga setelah melalui beberapa tahapan itu datanya sesuai.

“Nah untuk contoh kasus seperti ini, ada kemungkinan kesalahan data entry secara teknis aja atau human error’ yang nantinya bisa di perbaiki kembali,” jelasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *