Dinilai Ada Kejanggalan Dalam Proses Mutasi, Sejumlah ASN Majalengka Berencana Mengadu Ke Badan Pertimbangan Pegawai

oleh -871 views

Majalengka, korandesa.id – Dinilai ada kejanggalan dalam proses mutasi yang terjadi pada hari Kamis, 2 Desember 2021 lalu, Beberapa pegawai yang bekerja di Pemda Kabupaten Majalengka yang ikut terkena mutasi berencana akan melakukan pengaduan kepada Badan Pertimbangan Pegawai (BAPEK) di Jakarta.

Menurut keterangan mereka, seperti yang dilansir zonapriangan.com pada Minggu (5/12), ada beberapa hal yang akan diadukannya kepada Badan Pertimbangan Pegawai terkait adanya kejanggalan pada proses mutasi. Pengaduan akan dilakukan secepatnya sebelum 14 hari masa berakhir pengaduan.

“Prekwensi mutasi terlalu sering dalam setahun hingga terjadi beberapa kali mutasi dengan alasan pengisian jabatan yang kosong, tapi ketika pelaksanaan mutasi justru pengikutnya sangat banyak, ada dua hingga lima jabatan yang kosong, sementara yang dimutasi bisa mencapai ratusan. Sampai-sampai ada orang yang setiap pelaksanaan mutasi ikut terbawa mutasi dan mutasinya hanya roling tidak ada kaitannya dengan kekosongan jabatan atau sekedar di geser dan masih di dinas yang sama, seseorang dalam setahun bisa tiga kali mutasi. Siga hayang loba nu maturan (Seperti ingin banyak orang yang nemenin),” ungkap seorang pegawai.

Persoalan lainnya, banyak penempatan pegawai yang tidak sesuai dengan disiplin ilmu dan kemampuannya, akibatnya ketika berada di tempat baru kurang bisa memahami pekerjaanya. Ketika baru mencoba belajar dengan jabatan barunya beberapa bulan kemudian terkena mutasi lagi, padahal dampak dari tidak tepatnya menempatkan pegawai pencapaian kinerjapun minim, target kerja jelas tidak tercapai.

Pegawai lainnya mengatakan, ketika Baperjakat berencana menempatkan pegawai harusnya  dilakukan kajian dan analisa yang menyeluruh, menempatkan seorang pegawai harus mempertimbangkan kinerja, kemampuan personal dan tim, agar output yang dicapai baik sesuai yang diinginkan.

Ketika mutasi akan dilaksanakan karena terjadi kekosongan jabatan, yang dipikirkan oleh Baperjakat harus berawal dari target kerja yang akan di capai di sebuah lembaga terlebih dulu, setelah itu berpikir orang yang tepat atas berbagai pertimbangan, sehingga ouput sesuai harapan.

“Sekarang nampaknya yang terjadi adalah penempatan pegawai banyak atas keinginan pegawai yang memohon jabatan bukan atas pertimbangan pencapaian kinerja yang bagus sesuai harapan sebuah lembaga pemerintah.” katanya.

Menurut mereka, kini banyak orang yang ditempatkan diposisi jabatan yang tidak sesuai dengan disiplin ilmunya. Bahkan membuang tenaga ahli dari instansi yang justru harus ditempatinya.

“Banyak guru, tenaga kesehatan, ahli perhubungan yang ditenpatkan di posisi yang kurang tepat. Jadi kami sangat tidak berharap seenaknya menempatan orang hanya digeser-geser karena ada orang yang ingin menempati posisi tertentu,” ungkap pegawai yang mengaku tengah mengumpulkan data dan menyusun pengaduan. Dia berharap pengaduannya bisa berhasil seperti halnya yang pernah dilakukan sejumlah pegawai sebelumnya.

Pada Kamis (2/12/2021) Bupati Majalengka Karna Sobahi melakukan mutais jabatan bagi 108 pegawainya. Dianatarnya mengisi kekosong jabatan eselon II yang kosong.

Bupati Majalengka pada acara mutasi mengatakan, seteah pelantikan para pejabat yang dilantik segera melaksanakan pekerjaan yang sesuai dengan jabatannya, mempelajari  tugas pokok dan fungsi  yang baru, bisa langsung berbaur dan beraktifitas di kantor baru. (***)

*Berita ini telah tayang di media zonapriangan.pikiran-rakyat.com dengan judul Ada kejanggalan Proses Mutasi, ASN  Di Majalengka Mengadu Kepada Badan Pertimbangan Pegawai.

No More Posts Available.

No more pages to load.