DPRD Majalengka Minta Pemkab Lakukan Evaluasi Menyeluruh Terkait Ambruknya Pembangunan Gerai Wisata Panyaweuyan

oleh -73 views

Majalengka, korandesa.id – DPRD Kabupaten Majalengka minta Pemerintah Daerah lakukan evaluasi serta  kajian secara menyeluruh atas ambruknya pembangunan Gerai Wisata di Objek Wisata Panyaweuyan, tepatnya di Blok Dongkol, Desa Sukasari Kaler, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, senilai Rp 4,1 miliar yang masih dalam proses pembangunan.

Wakil Ketua DPRD Majalengka Asep Eka Mulyana, Minggu (21/11/2021) mengungkapkan, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi kepada Pemda pada pada 16 Novemver 2021 kemarin, berdasarkan hasil rapat kerja gabungan yang dilakukan sehari sebelumnya dengan Komisi II dan III.

Dalam rekomendasi tersebut menurut Eka, pihaknya meminta agar Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka melakukan evaluasi terhadap ambruknya proyek bernilai milyaran yang dananya bersumber dari DAU tersebut.

Selain itu melakukan audit terhadap pekerjaan yang secara teknis  dilakukan oleh PUTR, sejauh mana progress pekerjaan dilaksanakan, sesuaikah kontruksi bangunan yang dilaksanakan oleh pihak ke tiga tersebut atau tidak. Jika tidak apa penyebabnya adakah pengawas pekerjaan di sana atau tidak.

“Sedangkan kajian administratif termasuk anggaran pembiayaan dilakukan oleh Inspektorat. Karenanya Inspektorat diminta untuk menghitung anggaran yang telah dipergunakan, sesuaikah dengan progres pembangunan atau tidak dan sebagainya,” ungkap Asep Eka.

Menurutnya, proses audit dan kajian masih berlangsung, hasilnya diminta untuk segera  disampaikan ke DPRD sebagai bahan evaluasi kembali bagi dewan.

“Namun seperti apapun hasilnya, rekomendasi DPRD menitik-beratkan upaya penyelamatan anggaran agar tidak muncul kerugian yang lebih besar.” ungkap Asep yang mengaku pihaknya juga menyarankan agar ada pendapat lain sebagai pembanding dari hasil kajian para pihak tersebut agar Pemkab dapat membuat kesimpulan dan keputusan yang tepat terkait hal ini.

“Kami kemarin menerbitkan rekomendasi untuk secepatnya dilaksanakan. Sifatnya, penting, segera dan mendesak. Senin besok (22/11/2021) kita akan pantau kesimpulan dan keputusannya. Mudah-mudahan hasil kajian dan audit Inspektorat besok sudah bisa kami terima.” ungkapnya.

Sementara itu sejumlah warga setempat mengatakan, pembangunan gerai sulit dilanjutkan dengan kontruksi bangunan seperti yang dilakukan sekarang. Karena ke bagian bawah adalah tebing yang cukup curam, disana juga terdapat makam atau kabuyutan yang disebut warga Buyut Bangawan atau disebut juga dengan Buyut Cipayung.

“Namun ini bukan soal buyutnya tapi soal curamnya, dengan kontruksi seperti itu akan kurang aman untuk sebuah bangunan apalagi tanah yang ditanam adalah tanah urugan baru. kontur tanah gembur mudah longsor, jangankan dibebani bangunan besar kena hujan juga mudah longsor,” ungkap Cece salah seorang warga.

Penempatan gerai disanapun menueutnya dinilai tidak tepat, selain jalan sempit hanya bisa dilintasi satu kendaraan, jika berpapasan salah satu kendaraan harus berhenti melaju mencari tempat yang luas.

“Itu mah membuang uang,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Proyek pembangunan gerai senilai Rp 4,1 miliar milik Pemda Majalengka di Blok Dongkol, Desa Sukasari Kaler, atau dikenal di kawasan wisata Panyaweuyan, yang masih dalam proses pembangunan hampir sebagian ambruk.

Selain itu tembok penahan tebing (TPT) dan tanah dipermukaan sudah mulai retak-retak, warga mengkawatirkan kejadian tersebut akan berdampak juga pada ambruknya jalan raya menuju kebun warga dan wisata Panyaweuyan.

Bangunan yang diperkirakan sepanjang 20 meter kali 6 meter ini nampak sebagian tiang besi coran ambrol, bronjong di bagian bawah juga sebagian besar ambruk, kawat bronjong yang menjadi pengikat batupun lepas, tanah merah bekas urugan nampak diantara bronjong tak bisa menyatukan matrial bangunan dan mengakibatkan lubang menganga.

Warga setempat mengkhawatirkan adanya bangunan di sana akan menyeret jalan yang ada di bagian atas karena terbebani oleh bangunan, kondisi ini karena di bagian bawah juga terdapat galian.

Adnan dan Samsudin warga setempat mengatakan ambruknya bangunan tersebut terjadi ketika hujan besar. Namun tidak diketaui kapan bangunan yang sedang dikerjakan tersebut ambruk.”saya tidak tahu pastinya kapan dan jam berapa bangunan itu ambruk”, jelas mereka. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.