Dr. Asep : Dibutuhkan Tiga Komponen Dalam Membrantas Berita Hoax

oleh -48 views

Majalengka KD – Sedikitnya dibutuhkan tiga komponen dalam memberantas dan mengantisipasi beredarnya berita hoax yang berkembang dimasyarat. Diantaranya pemerintah, lembaga pendidikan dan diri sendiri. Demikian dikatakan Dr. Asep aktivis lintas generasi Jawa Barat, saat deklarasi dan pernyataan sikap bersama memerangi hoax, Selasa (20/3) di Kafe noni Kabupaten Majalengka.

Lebih lanjut Asep mengatakan, Unsur Penerintah adalah untuk membuat regulasi dengan mengeluarkan perundang undangan yaitu UU ITE. Dalam undang undang tersebut sangat jelas ancaman bagi yang memproduksinya maupun yang menyebarkan berita tersebut.

Kedua unsur lembaga pendidikan baik formal dan non formal. Karena peran lembaga tersebut sangat besar untuk memberikan pemahaman terkait bahaya berita hoax maupun dampak yang akan ditimbulkan.

Sementara komponen ketiga adalah individu kita sendiri. “Dengan bertabayun dalam menerima informasi, hal itu adalah langkah paling konkrit yang harus dilakukan untuk mencegah berita hoax,” tandasnya.

Dijelaskan Asep, berita hoax sangat mempengaruhi terhadap kehidupan individu dan masyarakat. Untuk mendeteksi adanya berita hoax tersebut, menurut Asep, cirinya ada harapan dan ketakutan agar masyarakat berubah.

“Hoax berpengaruh dan mengakibatkan ketakutan di masyarakat karena ada unsur ujaran kebencian di dalamnya. Efek dari berita tersebut berakibat akan timbulnya konflik horizontal di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, pemateri lain dari unsur media, Tati Purnawati S.Sos mengatakan, peran media juga sangat penting untuk mengedukasi masyarakat terkait bahaya berita hoax dan ujaran kebencian.

Dia berpesan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap berita yang beredar terutama di media sosial. Sebaiknya, cari pembanding sebagai sumber referensi lain ketika menerima informasi yang beredar.

“Kami sebagai insan media ketika mendapatkan informasi untuk diolah menjadi berita, selalu mencari dan mengecek kebenaran informasi tersebut. Biasanya kami mencari minimal tiga narasumber yang berbeda sebagai langkah agar berita tersebut benar-benar akurat,” tandasnya.

Sementara di ahir acara, seluruh peserta menyatakan ikrar yang dibacakan bersama. Adapun isi dari ikrar tersebut diantaranya, menolak keras dan menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memerangi hoax, karena akan mengancam kehidupan sosial masyarakat yang sudah harmonis dan akan mengancam stabilitas kehidupan berbangsa dan keutuhan NKRI.

Kedua, untuk menghadapi perkembangan kemajuan jaman era digital, kemajuan teknologi informasi, kami mengajak untuk meningkatkan keimanan, kesadaran tauhid dan kesadaran kebangsaan. Sehingga dalam situasi gempuran apapun kita tetap bisa menjaga kedaulatan NKRI.

Ketiga, mengajak untuk tidak henti-hentinya berdoa pada Allah SWT, memohon perlindungan dan keselamatan untuk semua warga Indonesia, para pemimpin negeri agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam tata kelola negeri ini, sehingga bisa tercapainya tujuan negara mensejahterakan semua lapisan masyarakat Indonesia.(As)