Hasil Kajian PUTR, Proyek Pembangunan Gerai Wisata Panyaweuyan senilai 4,1 Milyar Tidak Bisa Dilanjutkan

oleh -235 views

Majalengka, korandesa.id – Pembangunan gerai wisata Panyaweuyan di di Blok Dongkol, Desa Sukasari Kaler, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka senilai Rp 4,1 milyaran yang ambruk beberapa waktu lalu berdasarkan hasil kajian Dinas PUTR tidak bisa dialnjutkan karena tanah yang ada disekitar kawasan tersebut sudah terjadi penurunan dan posisi bangunan juga sudah bergeser.

Menurut keterangan Kepala Bidang Cipta Karya di Dinas PUTR Kabupaten Majalengka Mamat Surahmat, ambruknya bangunan yang masih dalam tahap pengerjaan tersebut berdasarkan hasil kajian yang dilakukan PUTR, terjadi akibat hujan besar dan berdampak pada daya dukung tanah turun, “disana terdapat tanah urugan akibatnya tanah urugan yang lembek jadi terdorong kemudian terjadi longsor. Tanah dan bronjong menimpa pondasi bangunan hingga bangunan ambruk”, Kata Mamat melalui sambungan selular, pada Rabu (02/12/2021).

”Jadi kontruksi ambruk didorong oleh longsoran tanah dan bronjong yang dipasang disana, ditambah kondisinya juga tebing. Fungsi urugan di sana bisa dilakukan hanya sifatnya sekedar untuk meratakan,“ jelas Mamat.

Mamat menyebutkan timnya tidak bisa menganalisa secara cermat menyangkut bagaimana posisi pemasangan bronjong yang dilakukan di beberapa sisi, karena ketika dilakukan analisa di lokasi, posisinya sudah terseret dan berubah sehingga sulit dianalisa. Pengawas bangunan bukan berasal dari Dinas PUTR melainkan dari konsultan luar.

Dia menyimpulkan, berdasarkan kajian proyek tersebut tidak bisa dialnjutkan karena tanah yang ada disekitar area tersebut sudah terjadi penurunan dan sudah bergeser.

“Sebuah bangunan yang posisinya berada di lereng cukup beresiko,” katanya.

Namun demikian, diatas tebing bisa saja dibangun kontruksi bangunan, tapi harus dengan kajian yang dilakukan secara komprehensif, mempertimbangkan kondisi lingkungan, kontur tanah, termasuk kelembekan tanah manakala terjadi hujan, kontruksi bangunan yang bisa menahan beban dan sebagainya.

Menyinggung soal kemungkinan terjadinya longsor susulan, Mamat mengatakan, jika hujan masih berlanjut kemungkinan longsor akan kembali terjadi, namun itu tergantung pada keseimbangan tanah.

“Itu bisa jadi juga, jika beban didaerah sana kuat. Tapi nampaknya disana harus ada pengurangan beban, karena di bagian atas bangunan juga sudah mulai nampak terjadi retakan-retakan tanah,” ungkap Mamat.

Seperti diketahui pembangunan gerai yang pengerjaanya diperkirakan baru mencapai 60 persenan ini ambruk pada, Jumat (5/11/2021) malam setelah hujan deras mengguyur hampir sebagian besar wilayah Majalengka.

Diperoleh informasi rencananya bangunan tersebut akan diperuntukan untuk gerai jajanan dan oleh-oleh sebagai penunjang pariwisata kawasan Panyaweuyan. Sementara sumber dana untuk pembangunan menurut keterangan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka Iding Solehudin berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU).(***)

Laporan : Asep Trisno

No More Posts Available.

No more pages to load.