Kasus Ibu Gugat Anak Masuk Tahap Mediasi, Pengacara Tergugat : ” Kami Bingung, Apa Dasar Gugatan Penggugat ?, Kok Campur Aduk.

oleh -57 views

Majalengka, korandesa.id – Perkara gugatan seorang ibu ( Sri Mulyani alias Kwik Lioe Nio ) terhadap anaknya ( Ika Wartika alias Kwik Gien Nio ) untuk membatalkan keabsahan kutipan akta kelahirannya memasuki tahap mediasi di Pengadilan Negeri (PN) Majalengka, pada Kamis (22/04/2021).

Dalam proses mediasi kedua tersebut, pihak penggugat secara tertulis menyampaikan beberapa poin penawaran untuk menuju perdamaian.

Menurut pengacara penggugat, Muhamad Asep Rahman, secara tertulis telah disampaikan apa yang diinginkan penggugat terhadap tergugat, ” Ada tiga point yang diminta klien kita ibu sri, diantaranya, bahwa warisan akan di bagi bagi, dan kedua mempertegas saja bahwa Ika bukan anak kandung Ibu Sri, minggu depan Insya Allah jawaban dari tergugat, apakah menerima tawaran tersebut atau tidak “, kata Asep.

Terkait alasan mengapa ingin menghapus status sebagai anak, Asep mengaku tidak mengetahui secara pasti. “Kenapa ingin mencoret status akta kelahiran tersebut, saya tidak tahu alasannya, mungkin ada rahasia tersendiri yang tidak terungkap”, ujar dia.

Sementara itu, pihak tergugat mengaku merasa masih bingung dengan perkara gugatan tersebut lantaran dasar gugatan tidak disampaikan.

“Kami dari pihak tergugat sampai hari ini masih bingung, apa sih dasar yang menjadi gugatan pihak penggugat terhadap tergugat, duduk perkaranya kan sudah jelas, ibu menggugat anak. Namun latar belakangnya sampai sekarang belum jelas dan masih kabur. Karena dalam dalil-dalil gugatannya itu, apa dasarnya tuh tidak disampaikan. Apa sih duduk persoalan sebenarnya,” kata kuasa hukum tergugat, Cahyadi yang di dampingi Asep dan Wahyu Harmoko sebagai lawyer partner.

Dia mengaku, kliennya kebingungan terutama soal pengakuan penggugat yang siap membagi harta warisan mendiang suaminya, yang juga disebut di akta kelahiran sebagai ayah dari tergugat.

“Kalau tadi didengar di forum mediasi, memang permintaan dari pihak penggugat itu, bahwa ingin bagi bagi harta peninggalan dari mendiang ayah tergugat yang mana ayah tergugat itu suami penggugat, tapi latar belakangnya belum jelas, bila dihubungkan di forum mediator tadi permintaan penggugat ingin membagi rumah ini, rumah itu, tapi kok ingin membatalkan akta lahir, masa seorang ibu ingin membatalkan akta lahir anaknya”, jelas Cahyadi.

Lebih jauh Cahyadi mengatakan, kalau memang ibunya ingin pembagian harta seperti itu kenapa harus menggugat akta lahir, ” ini yang membuat klien kita yakni Ika Wartika alias Gien Nio merasa terpukul dan bingung”, pungkas Cahyadi. (***)