Kejari Majalengka Terima Hasil Audit BPKP, Kerugian Negara Dalam Kasus PDSMU Capai 1,999 Milyar

oleh -243 views

Majalengka, korandesa.id – Badan Pengawas Keuangan menilai kerugian akibat penyalah gunaan keuangan di tubuh Perusahaan Daerah Sindang Kasih Multi Usaha milik Pemda Majalengka yang kasusnya tengah ditangani Kejaksaan Negeri Majalengka mencapai Rp 1.999.578.250 .

Menurut keterangan Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka Dede Sutisna melalui Kasie Intel Kejaksaan Elan Jaelani, Rabu (10/3/2021) nilai kerugian tersebut diketahui setelah pihak BPKP melakukan audit terhadap keuangan PDSMU selama kurang lebih 4 bulanan.

“Berdasarkan dokumen keuangan yang dimiliki PDSMU setelah dilakukan audit, BPKP menyimpulkan bahwa kerugian keuangan perusahaan yang sumber dananya dari penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Majalengka sebesar Rp Rp 1.999.578.250. Kami menerima hasil audit pada bulan ini, “ ungkap Elan.

Nilai kerugian sebesar itu termasuk uang yang telah dikembalikan sejumlah saksi kepada Kejaksaan Ngeri Majalengka yang uangnya telah di titipkan di Bank Mandiri sebesar Rp 657.750.000. Dana berasal dari empat orang saksi yang telah dimintai keterangan.

Saksi yang telah mengembalikan uang perusahaan tersebut diantaranya adalah aparat desa yang sebelumnya menjadi stuktural perusahaan sebesar Rp 123.000.000,- yang pengembaliannya dilakukan dua tahap, serta tiga orang pengusaha yang pengembaliannya diantaranya pada Rabu (7/10/2020) sebesar Rp 500.000.000,-

Disampaikan Elan, kerugian sebesar Rp Rp 1.999.578.250,- tersebut terjadi akibat adanya usaha fiktif yang dilakukan oleh pengelola, yang salah salah seorang diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka yaitu mantan Direktur Utama, Jun. Selain usaha fiktif juga ada penyalahgunaan keuangannya seperti halnya hasil usaha dan modal tidak disetorkan kembali ke kas perusahaan, ada usaha yang hanya disetor modal sedangkan laba usaha tidak disetorkan.

Setelah hasil audit dipegang penyidik menurut Elan, dalam waktu dekat penyidik segera mengundang ahli keuangan untuk memperkuat keterangan dan hasil audit dari BPKP tesrebut. Hanya belum jelas dari mana ahli keuangan yang akan dimintai keterangan penyidik.

“Waktunya sesegera mungkin agar penanganan kasus segera tuntas, orang yang akan dimintai keterangan nanti penyidik yang akan mengundangnya,” kata Elan.

Ditanya wartawan soal kemungkinan adanya tersangka baru, Elan mengatakan kemungkinan akan muncul tersangka baru setelah hasil audit diterimanya saat ini dan hasil keterangan ahli. “Namun demikian terhadap saksi yang telah ditetapkan sebagai tersangka penyidik belum melakukan penahanan atas pertimbangan tiga hal, tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti karena semua barang bukti berupa dokumen telah disita penyidik serta tersangka masih kooperatif “, pungkas Elan. (***)