,

Kolaborasi Dan Teladan Nyata, Kunci  Keberhasilan Cegah Masuknya 19 Covid Varian Baru

oleh -5 views

Jakarta, korandesa.id – Adanya ancaman gelombang ketiga Covid 19 dengan varian barunya membuat ketar ketir seluruh bangsa di dunia. Berbagai upaya untuk mencegah masuknya wabah Covid 19 varian baru tersebut terus dilakukan berbagai negara termasuk di negara kita Indonesia.

Dalam hal ini Pemerintah mengambil sejumlah langkah pencegahan varian baru COVID-19 Omicron masuk ke Indonesia. Pemerintah mengajak masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dan memperketat protokol kesehatan serta melakukan vaksinasi.

Meski kemunculan varian baru virus COVID-19 Omicron ini membuat masyarakat resah, pemerintah memastikan telah mengambil langkah cepat sebagai antisipasi, salah satunya dengan memperketat perbatasan dan kedatangan dari luar negeri. Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah waspada untuk mencegah atau menghambat varian omicron masuk ke Indonesia.

Selain kebijakan tersebut, Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid 19 juga dengan gencar membuat berbagai strategi kolaborasi berlapis dan berjenjang antara Satgas Nasional, Satgas Daerah, Satgas Institusi, dan Posko Desa/Kelurahan yang akan menjadi kunci keberhasilan mencegah gelombang ketiga maupun menangkal kasus impor varian baru.

Setiap jenjang Satgas memiliki peran penting menjalankan 4 fungsi utama yaitu pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendukung/pendataan dalam penanggulangan COVID-19, demikian dikatakan Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 Sonny Harry B. Harmadi pada Pada Rabu (01/12) pekan lalu dalam siaran Persnya di Jakarta.

Menurut dia, sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3 Juli 2021, skor kepatuhan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) terus meningkat. Misalnya, sepanjang Juli 2021, rata-rata skor kepatuhan memakai masker di angka 7,77 (skor antara 1-10) lalu naik menjadi 7,85 (Agustus), naik terus di angka 7,90 (September), dan 8,26 (Oktober). “Sayangnya, selama bulan November ini terjadi penurunan skor di angka 7,86 atau setara dengan kondisi bulan Agustus lalu,” kata Sonny.

Demikian halnya dengan skor kepatuhan menjaga jarak dan mencuci tangan kondisinya tidak jauh berbeda. Dia mengingatkan, kondisi ini harus diwaspadai dan semua pihak harus berpartisipasi menjaganya jangan sampai turun terus.

Berdasarkan temuan Satgas Penanganan COVID-19, lanjut Sonny, setidaknya ada empat faktor yang mempengaruhi potensi lonjakan kasus dalam 1-2 bulan ke depan, yaitu kepatuhan protokol kesehatan, laju vaksinasi, tingkat mobilitas, dan kemunculan varian baru yang lebih menular.

Ia menambahkan, Satgas Penanganan COVID-19 terus berupaya membangun strategi perubahan perilaku dan komunikasi risiko yang tepat, di tengah tantangan kejenuhan di masyarakat. Hal itu dilakukan agar dapat mendongkrak kembali kepatuhan protokol kesehatan 3M sembari mendukung Kementerian Kesehatan dalam upaya percepatan vaksinasi dan peningkatan kapasitas deteksi melalui testing maupun tracing.

Sonny menegaskan, peran Satgas Daerah sangat penting untuk melakukan upaya promotif dan preventif secara terus menerus. Selain itu, dia mendorong setiap fasilitas publik harus memiliki Satgas Institusi untuk mengoptimalkan fungsi pencegahan dan penanganan COVID-19 di institusinya masing-masing.

“Kami juga terus mendorong pembentukan posko desa/kelurahan dan optimalisasi perannya dalam implementasi PPKM Mikro. Namun, bukan berarti pelaksanaan PPKM menghilangkan peran PPKM Mikro yang sangat penting di level komunitas,” jelasnya.

Terkait varian Omicron, meski hingga hari ini, belum terdeteksi di Indonesia, pemerintah menegaskan akan terus memperkuat pengawasan dan pelacakan kasus dengan genome sequencing, serta memperkuat penelitian untuk mengantisipasi penyebaran varian baru COVID-19 Omicron di Indonesia. “Pemerintah mengingatkan masyarakat agar terus menerus patuh, disiplin, dan konsisten melaksanakan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun). Ini harus menjadi perilaku sehari-hari, bukan hanya saat terjadi lonjakan kasus, namun juga di saat kasus melandai,” ujar Sonny.

Terpisah, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan bahwa sejak awal informasi varian baru ini beredar, pemerintah langsung berdiskusi dengan para epidemiolog untuk menyiapkan langkah langkah cepat dan efektif untuk menangani varian tersebut. Pemerintah juga memperketat aturan perjalanan internasional, khususnya kedatangan dari Afrika selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambik, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia, dan Hongkong. Pemerintah mewajibkan bagi WNA dengan riwayat perjalanan 14 hari terakhir dari negara itu dilarang masuk ke Indonesia, sementara bagi WNI akan dikarantina selama 14 hari. “Detail pengaturan ini tertuang dalam SE Satgas COVID-19 No. 23/2021,” ujarnya.

Menkominfo mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak panik menanggapi kehadiran varian baru ini. Menurutnya, informasi tentang varian baru ini masih terus berkembang dan pemerintah masih akan terus mengevaluasi kebijakan dalam dua minggu ke depan dengan mengedepankan data saintifik. “Saya juga mengajak masyarakat tetap disiplin 3M sebagai cara paling mudah namun efektif mencegah penularan virus,” kata Menteri Johnny G. Plate

Disisi lain Pemerintah pusat maupun daerah, selain terus menekankan pada masyarakat untuk disiplin Prokes 3M juga dengan gencar mempercepat capaian vaksinasi diberbagai wilayah. Seperti halnya di Kabupaten Majalengka Jawa Barat. Pemda melalui satgas Covid 19 dengan menggandeng POLRI dan TNI terus mengenjot capaian vaksinasi Covid 19. Hampir setiap hari mereka mendatangi pelosok pelosok pedesaan membuka gerai vaksin di lingkungan mayarakat, dengan harapan seluruh warga di Kabupaten Majalengka pada akhir desember 2021 ini sudah semua mendapatkan suntikan vaksin.

Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi yang juga merupakan Satgas Covid 19 Kabupaten Majalengka dalam beberapa kesempatan mengatakan, Ia dan jajarannya bersama TNI dan Pemda Majalengka terus berupaya mencegah terjadinya ancaman gelombang ketiga Covid 19 dengan terus secara kontinue melakukan himbauan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan serta menggiring warga untuk melakukan vaksinasi Covid 19. ” hampir Tiap hari anggota kami dari Polres dan Polsek Polsek bersama TNI dan Pol PP di Majalengka, turun ke masyarakat melalui Operasi yustisi dan sambang desa guna mengedukasi masyarakat akan pentingnya patuhi Prokes 3M dan pentingnya di vaksin Covid 19″, ujar Kapolres Edwin.

Sementara itu, dikatakan Juru Bicara Vaksinasi Covid 19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, Akselerasi vaksinasi sangat penting untuk meminimalisasi dampak penyebaran varian baru virus COVID-19 yang sewaktu-waktu bisa datang ke Indonesia. Menurutnya, vaksin bisa mencegah kita sakit parah terhadap varian baru tersebut.

“Walaupun masih banyak yang harus diteliti terkait efikasi, namun efek proteksi vaksin tetap banyak dan manfaatnya lebih besar. Selain itu, dengan semakin banyak orang divaksin, benteng kekebalan bersama juga akan terbentuk untuk melindungi kita melawan varian baru tersebut”, jelas Siti Nadia.

Menurut Siti Nadia, saat ini capaian vaksinasi nasional adalah sekitar 67% untuk dosis pertama dan sekitar 46% untuk dosis kedua. Sementara vaksinasi lansia masih perlu terus digenjot, karena baru mencakup sekitar 53% untuk dosis pertama. Guna percepatan vaksinasi lansia ini, dilakukan upaya mendekatkan vaksinasi kepada masyarakat, seperti sistem door to door dan Posyandu lansia.

Sementara itu, Johnny G.Plate menegaskan, pemerintah akan terus melakukan evaluasi secara berkala terhadap kebijakan pencegahan ancaman masuknya gelombang 3 Covid 19 ke Indonesia. Adapun, kasus COVID19 di Indonesia terpantau masih terkendali. (***)

Laporan : Asep Trisno

No More Posts Available.

No more pages to load.