Konferensi Pers Sat Reskrim Narkoba Selama Satu Bulan Ungkap 6 Tersangka Pengedar Sabu dan Peredaran Obat Keras Terbatas

oleh -37 views

MAJALENGKA, korandesa.id – Satuan Reskrim Narkoba Polres Majalengka gelar Konferensi Pers selama 1 (Satu Bulan) Periode Bulan Juli 2019 berhasil mengamankan 6 (Enam) tersangka pengungkapan tindak pidana pengedar Sabu dan Peredaran Obat Keras Terbatas (OKT) bertempat dihalaman Mapolres Majalengka, Kamis (1/8/2019).

Dalam Konferensi Pers Kapolres Majalengka AKBP Mariyono,S.I.K.,M.Si didampingi Kasat Narkoba AKP Ahmad Nasori,S.H mengatakan Satuan Reskrim Narkoba Polres Majalengka selama 1 Bulan Periode Bulan Juli 2019 telah berhasil pengungkapan kasus yakni sebanyak 5 (lima) kasus terdiri dari Kasus Sabu 1 (satu) Kasus, Kasus Peredaran Obat Keras Terbatas (OKT) 4 (empat) kasus.

AKBP Mariyono menjelaskan bahwa Jumlah tersangka yang telah diamankan 6 (enam) orang tersangka, yang terdiri dari 1 (satu) orang tersangka Narkotika Golongan I jenis Sabu yaitu : Sdr. DN Bin SOLIHIN, umur 45 tahun, pekerjaan Supir, alamat Kampung Galumpit RT 003 RW 016 Kelurahan Cileunyi Kulon Kec. CIleunyi Kab. Bandung.

5 (lima) orang tersangka Peredaran Obat Keras Terbatas (OKT), yakni AS, 34 tahun, pekerjaan Wiraswasta, alamat Blok Cinangka RT 001 RW 001 Desa Babakan Sari Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka, Sdr AK umur 24 tahun, pekejaan Wiraswasta, alamat Blok Maja Desa Cibeurih Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka, Sdr CA umur 18 tahun, alamat Blok Jumat Desa dan Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka.

Sdr JM umur 20 tahun, alamat alamat Blok Jumat Desa dan KecamatanbJatiwangi Kabupaten Majalengka dan Sdr RC umur 23 tahun, pekerjaan Buruh, alamat Blok Warnasari II Desa Gandasari Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka.

Barang bukti yang telah diamankan yaitu
Narkotika golongan I jenis Sabu : 12 (dua belas) paket dengan berat total 3,74 (tiga koma tujuh puluh empat) gram Obat Keras Terbatas (OKT) berbagai jenis sebanyak 527 (lima ratus dua puluh tujuh) butir.

Kapolres Majalengka AKBP Mariyono mengatakan bahwa Kasus Sabu Sdr DN dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika (Ancaman hukuman paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun) sedangkan Kasus Peredaran OKT Sdr AS,AK,CA,JM,RC dijerat dengan pasal
196 Jo Pasal 98 ayat (2) UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan (ancaman hukuman 10 tahun).