Mediasi Buntu, Gugatan Ibu Terhadap Anak Mulai Disidangkan

oleh -19 views

Majalengka, korandesa.id – Setelah empat kali dimediasi mengalami deadlock, akhirnya perkara gugatan perdata Sri Mulyani alias Kwik Lioe Nio yang ingin membatalkan keabsahan anaknya disidangkan di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Majalengka, pada Kamis (06/05/2021)

Sidang perdana yang dipimpin Hakim Kopsah, SH.,MH digelar secara langsung dan ditunda hingga kamis 20 Mei 2021 karena pihak tergugat belum siap memberikan jawaban tentang pokok perkara nomor. 7/Pdt.G/2021/PN MJL yang dilayangkan pihak penggugat.

Cahyadi, SH., kuasa hukum dari tergugat Ika Wartika alias Kwik Gien Nio, mengatakan setelah mediasi gagal atau deadlock maka pokok perkara tersebut terus berlanjut sampai persidangan. “Ketika mediasi deadlock maka pemeriksaan pokok perkara berlanjut, namun biasanya kalau ditempat lain atau pengadilan lain, sidang tersebut di undur, tidak langsung seperti tadi. Biasanya ada relaas dulu untuk panggilan pemeriksaan pokok perkara, namun tadi setelah mediasi gagal, langsung dibuka sidang untuk pemberitahuan hasil mediasi gagal “, jelas Cahyadi.

Lebih lanjut Cahyadi mengatakan, terjadinya deadlock dalam mediasi tersebut karana pihak penggugat tetap bersikukuh ingin membatalkan akta lahir anaknya. ” Mamih (Sri Mulyani alias Kwik Lieo Neo) sebagai ibu dari klien kami tetap bersikukuh ingin membatalkan akta lahir ibu Ika Wartika, padahal dari pihak tergugat sebagai anak sudah tidak mempermasalahkan permintaan orang tuanya mengenai aset yang diminta, tadinya kan ada permintaan ini dan itu dari pihak penggugat dan tadi terakhir kami tanya lagi kepada ibu ika bahwa dia sudah tidak mempermasalahkan lagi mengenai aset, semuanya terserah mamih, tapi mamih tetap bersikukuh untuk membatalkan akta lahir tersebut “, jelasnya pula.

Menurut dia walaupun sidang pokok perkara berlanjut, namun masih tidak menutup kemungkinan untuk melakukan perdamaian, ” karena dalam perkara perdata pada prinsipnya dimungkinkan adanya perdamaian, ini akan terus diupayakan perdamaian sepanjang belum adanya putusan pengadilan, tapi agendanya tetap berjalan, pokok perkara tetap berjalan pemeriksaannya”, tukas Cahyadi.

Sementara itu, hal serupa juga disampaikan Kuasa hukum penggugat Asep Raman, SH, menurutnya ketika mediasi menemui jalan buntu maka perkara dilanjut. “Mudah mudahan dengan persidangan nanti bisa puas dengan pembuktian segala rupa. Kemarin waktu mediasi kan sempat kaukus, si principel langsung dihubungi sama hakim mediator dan ngobrol empat mata tanpa ada yang lain, ternyata hasil jawaban dari mereka dirasakan tidak puas sama klien ya dilanjut ke persidangan pokok perkara”, pungkas Asep. (***)