Menangkap Peluang Usaha, Ditengah Pandemi

oleh -20 views

Majalengka, korandesa.id – Adanya Pandemi COVID-19 yang melanda penduduk dunia berdampak tidak hanya bagi kesehatan saja, namun juga bagi sektor ekonomi di masyarakat. Sejumlah orang terpaksa harus menghadapi tantangan hidup dari kehilangan separuh penghasilan, kehilangan pekerjaan, sampai harus beralih profesi untuk bertahan. Kondisi dinamis pandemi ini memang telah dirasakan oleh hampir semua orang di dunia, dari mulai pekerjaannya, usahanya, dan kehidupannya harus berubah dan beradaptasi dengan situasi yang baru.

Beruntung masih ada sebagian orang yang berjiwa wirausaha kuat, yang mampu mengubah bencana menjadi keberuntungan. Salah satu diantara mereka adalah H. Aceng Sunanto, S.IP., yang sukses mengembangkan usaha di tengah pandemi cobid 19 sedang melanda negeri.

Aceng Sunanto adalah seorang pemuda kelahiran Majalengka, yang di pertengahan tahun 2019 lalu sempat terpuruk ke titik terbawah akibat gagal dalam pencalonan legislative di kotanya. Saat itu, pasca pencalonan dirinya, ia sampai memiliki utang 800 juta rupiah dan semua asset yang dimilikinya habis tak tersisa. “Saya saat itu betul betul ada di titik minus, semua asset yang saya miliki seperti mobil dan lainnya habis dijual , bahkan setelah pileg usai, saya sempat punya utang sampai 800 juta rupiah’, kata H.Aceng disela sela kesibukanya mengecek orderan yang akan di distribusikan.

Aceng bercerita, dulunya sebelum menjajal usaha membuat product kecantikan yang di pasarkan melalui platform digital, ia merupakan pengusaha APBD yang bergerak di bidang konstruksi, dan setelah beberapa tahun berjalan, ia tertarik untuk ikut kontestasi politik dalam Pemilu 2019. Tapi ia gagal dalam pemilihan legislatif tersebut, semua modal usaha yang dimilikinya terkikis habis untuk biaya pemilihan dewan tersebut.

Saat itu, ia benar benar berada di titik minus, Namun seiring berjalannya waktu, dengan bermodal uang 1 juta rupiah yang dia kantongi, ia mulai mencoba usaha baru melalui bisnis jual beli online. “Sebelum pandemi sebetulnya saya sudah memulai bisnis jual beli online namun omsetnya biasa biasa saja. Waktu itu, bisnis online saya diawali dari jual beli jam tangan dengan modal seadanya. Namun hanya satu dua orang saja yang nyangkut, akhirnya saya tinggalkan karna kurang menguntungkan”, ujar suami dari Mila Rosmala Rossa ini.

“Pas awal pandemi covid 19 melanda negeri, sekitar bulan April 2020, saya melihat banyak masyarakat yang membutuhkan handsanitizer. Saat itu, saya mencoba peruntungan dengan membuka usaha kecil kecilan membuat handsanitizer yang kemudian di pasarkan melalui platform digital, dan alhamdulillah hasilnya lumayan, saat itu, penjualan perhari sampai 8000 pcs. Dari hasil penjualan tersebut saya memiliki modal awal untuk membuat product kecantikan seperti skin care”, jelasnya.

Lebih jauh Aceng menceritakan, dalam perjalanan bisnisnya itu, ia menemukan salah satu chanel youtube Arli Kurnia asal Jakarta yang memberikan inspirasi baginya. “Di Chanel mas Arli tersebut ada membahas tentang “bebas utang dalam 30 hari” disitulah saya tertarik untuk masuk chanel youtube tersebut, saya mulai mengikuti arahannya. Dari situ saya memulai membuat product skin care dengan brand Ls Skin care yang dipasarkan melalui plafform digital. Dan alhamdulillah dari bisnis online inilah saya bisa melunasi semua utang utang saya”, papar Pemuda lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Majalengka ini.

Diakui dia, product skin care nya sendiri sekarang ini sudah memiliki ijin edar dari BPOM dengan label LS Scincare, “ Alhamdulillah semua produck PT. LS Skincare sekarang sudah memiliki ijin edar dari BPOM, bahkan pada Februari 2021 lalu LS Skincare telah mendapatkan penghargaan sebagai Best Produk Skincare 2021 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Indonesia (PPI)”, terang Aceng.

“Dan sekarang kita sedang merintis mendirikan klinik kecantikan di sekitar Cigasong Majalengka, semoga dengan berdirinya klinik kecantikan ini bisa melayani para pelanggan LS Skincare”, kata Aceng Sunanto. S.IP.

Dalam usahanya tersebut, pemuda yang baru berusia 30 tahun ini mengaku omset penjualan saat ini mencapai 400 samapai 500 juta rupiah per bulannya dengan jumlah karyawan sebanyak 40orang. ” Saat ini, usaha kita memang sedang stagnan, beberapa bulan ini setelah mulai diberlakukannya PPKM Darurat waktu itu, omset penjualan hanya berkisar antara 400 sampai 500 juta saja per bulan”, katanya pula.

Namun walaupun demikian, menurut Aceng, sekarang ini bisnis melalui platform digital merupakan usaha yang masih bisa bertahan di saat pandemi dibanding usaha riil yang ada. Karena menurutnya, di bisnis jual beli online market place nya luas, “berbeda dengan jual beli secara riil yang kelihatan tokonya, mereka hanya menunggu konsumen yang datang ke toko tersebut, jadi konsumennya sangat terbatas sekali’, tutup Aceng yang merupakan Direktur utama PT. LS Astari Suksestama.

Lebih jauh Aceng mengatakan, selain bisa bertahan, bisnis jual beli secara online juga merupakan usaha yang bisa mengurangi resiko ancaman wabah COVID-19, karena tidak bersentuhan langsung dengan konsumen. (***)

Laporan : Asep Trisno

No More Posts Available.

No more pages to load.