Menuju Desa Mandiri, Mekarmulya Kembangkan Potensi Pariwisata Jati Forest.

oleh -113 views

Majalengka, korandesa.id.- Desa Mekarmulya, Kecamatan Kertajati, adalah sebuah desa yang terletak di wilayah utara Kabupaten Majalengka berbatasan langsung dengan Kabupaten Sumedang dan Indramayu. Luas wilayahnya sekitar 5.000 hektare yang kebanyakan adalah tanah Perum Perhutani dan HGU yang dikelola PG Jatitujuh. Sedangkan tanah milik hanya seluas 253,7 Ha saja dengan jumlah penduduk 5.000 jiwa.

Menurut keterangan Kepala Desa Mekarmulya Oom Tarkam, keberadaan Desa Mekarmulya yang berdampingan dengan lahan HGU dan Perum Perhutani cukup menguntungkan bagi warga setempat, karena masyarakat yang tidak memiliki lahan bisa turut mengelola lahan Perhutani dengan Hutan Pangkuan Desa atau Lemaga Masyarakat Desa Hutan, sebagian kawasan Perhutani juga dikelola lewat PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat).
Di sana masyarakat yang sebagian besar pencahariannya dari bertani bisa bercocok tanam padi ataupun palawija tanpa harus merusak hutan yang ada.

“Kami bisa didup berdampingan dengan masyarakat luar daerah yang sama-sama mengelola hutan milik Perhutani,” ungkap Oom.

Sebagian masyarakat juga diuntungkan dengan keberadaan lahan HGU yang dikelola Pabrik Gula PTPN Jatitujuh, karena mereka bisa bekerja di perkebunan untuk menambah pendapatan masyarakat. Walaupun lahan pertanian tidak cukup luas, namun dengan pengelolaan yang maksimal dan disela bercocok tanam ada kegiatan lain yang bisa memenuhi kebutuhan, ternyata bisa membantu mensejahterakan masyarakat .
Oom menyebutkan untuk menambah pendapatan dan memberdayakan para pemuda, pihaknya bersama BPD, Karang taruna dan LPM tengah merintis sebuah wisata alam bekerja sama dengan Perhutani BKPH Majalengka.

Ada kurang lebih sepuluh hektaran kawasan hutan jati yang akan dijadikan kawasan wisata alam dengan nama “Wisata Alam Jati Forest”. Saat ini sudah mulai dirintis dengan menyediakan bumi perkemahan, arena panahan tradisional, aout bond dan penyediaan kuliner tradisional.
“Kami akan kerja bareng Perum Perhutani dan berusaha mengajukan ke Kementrian Desa untuk mengembangkan wisata ini. Wisata alam yang dikelolanya tanpa merusak hutan yang sudah ada. Tanaman tetap terpelihara dengan baik karena hutanlah yang justru kami jual untuk wisatawan dengan beragam pasilitas yang akan kamis sediakan,” ungkap Kepala Desa.

Dari wisata ini diharapkan akan menambah Pendapatan Asli Desa seperti halnya dari parkir pengunjung, retribusi pedagang jika nantu sudah ramai. Saat ini saja baru tahap sosialsiasi setidaknya setiap minggu sudah ada sekitar 500 orang pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Ketua LPM Didi Suradi, S.Pd, mengungkapkan kini desanya yang berada paling ujung tidak kalah dengan desa lain di Majalengka, sarana pendidikan, keagamaan dan olah raga telah mendapat perhatian lebih dengan memanfaatkan dana yang ada.
Sejumlah ruas jalan telah dibangun, ke kampung-kampung , jalan menuju sawah hingga ke kawasan hutan telah dibangun. Ini menunjukan tingginya progres pembangunan yang menunjang transportasi bagi warga yang dampaknya akan dirasakan terhadap perekonomian masyarakat.
“Semua pembangunan yang dilaksanakan berdasarhasil musrenbang .” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Warman Ketua BPD setempat, semua lembaga yang ada di desa berdampingan bahu membahu untuk kemajuan masyarakat desa. BPD dan Kepala Desa saling mendukung tanpa menghilangkan sikap kritis mana kala ada hal yang kurang berkenan di masyarakat.
“Selama ini pembangunan berjalan sesuai rencana, semua kegiatan, dankeinginan masyarakat bisa terakomodir. Semua program pembangunan kami monitoring, semua yang yang diajukan di musrenbang di Tahun 2020 semua telah terlaksana,” kata Warman.
Ketika musrenbang saling beradu gagasan, mana yang lebih prioritas harus ditangani dan memiliki dampak besar bagi masyarakat, itulah yang lebih dulu dikerjakan. Seperti halnya ketika pemuda mengajukan program wisata maka semua mendukungnya.
“Kami ingin jadi desa mandiri dengan penghasilan yang besar untuk desa ini demi kesejahteraan rakyat,” ungkap Ketua BPD yang menghendaki di 2021 ada pemulihan ekonomi pacsa Covid.

Walaupun letak Mekarmulya tidak begitu jauh dari Bandara, wilayah tersebut tidak masuk kawasan aerocity, tapi Warman berharap dampak peningkatan ekonomi bisa dirasakan masyarakat. Makanya masyarakat Mekarmulya cukup respek terhadap berbagai persoalan jika untuk kemajuan. Dengan keberadaan bandara setidaknya harga tanah di wilayahnya ikut terdongkrak naik. terlebih setelah ada jalan lingkar luar Kertajati.
“Sementara ini pendapatan perkapita masyarakat per tahun bisa mencapai Rp 30.000.000 hingga Rp 50.000.000. Itu dari PHBM, serta kerja sama dengan PG jatitujuh dan sebagainya,” ungkap Warman yang terus mengedukasi masyarakat untuk mempertahankan tanahnya agar bisa dinikmati untuk kepentingan ekonomi mereka.

Ketua Pemuda Ali Muzahid bersama pemuda desa yang mengaku mendapat dukungan pemerintah desa tengah mengembangkan wisata Jati Porest. Ada beberapa yang akan digarap untuk mengembangkan wisata alam, diantaranya wisata berbasis tematik, kuliner, olah raga dan permainan.
Untuk kuliner akan menyuguhkan has nasi liwet khas desanya denganmakan ramai-ramai diatas daun pisang, sehingga makan terasa lebih seru dan nikmat.
“Kami menyediakan pasilitas permainan anak kabaheulaan, seperti gatrikqn, dadaluan dan sebagainya yang akan dipandu oleh pemandu dari kami. Makanya anak-anak akan lebih seru berkunjung ke lokasi wisata alam kami yang mungkin tidak tersedia di tempat wisata lain di manapun,” kata Ali.

Permainan Panahan Tradisional menurut Ali telah terdaftar di klub Ciayumajakuning, bahkan pada Februari mendatang direncanakan akan ada even bersama klub luar kota se Ciayumajakuning di lokasi wisata Jati Forest.
“Kami akan terus membangun fasilitas lain yang dibutuhkan untuk semuah wisata, seperti halnya toilet, arena parkir, mushola dan lain-lain. Setelah itu pasilitas wisata yang menyenangkan pengunjung. Untuk pembangunan ini kami dapat dukungan dari Pemerintah Desa, BPD, LPM, serta Bumdes,” katanya.
Saat ini menurut Kepala Desa, Ketua BPD, LPM dan Ketua Karang Taruna, masuk ke kawasan wisata masih terus digratiskan karena masih tahap sosialsiasi. Setelah dikenal dan banyak pengunjung dan pengunjung dipuaskan dengan pelayanan, baru akan dikenakan retribusi.(***)