Omzet PKL Turun Akibat One Way, Dishub Majalengka: Justru Kami Memfasilitasi PKL

oleh -26 views
Pasar Mambo Majalengka (Foto: radarcirebon.com)

Majalengka, korandesa.id Para pedagang kaki lima (PKL) di pasar mambo mengeluhkan kebijakan jalur satu arah atau disebut one way yang diterapkan pada 8 Februari 2021 lalu.

Mereka mengatakan para PKL mengalami penurunan omzet sejak diberlakukannya kebijakan jalaur satu arah tersebut.

“Dampaknya melemahkan ekonomi kami, biasanya sehari dapet Rp. 700 sampe 800 ribu sekarang mah cuma Rp. 300 sampe 400 ribu,” ujar pedagang Es kelapa pasar Mambo, Yaya Sutarya (43) dalam keterangan yang diterima korandesa.id, Sabtu (10/2021).

Yaya meminta kepada pemerintah untuk mencabut kembali kebijakan tersebut agar pendapatan para pedagang di pasar mambo pulih kembali.

“Saya cuma pengen jalur dinormalkan saja, biar pedagang bisa rame lagi berjualannya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Majalengka, Edy Noor S, mengaku diberlakukannya jalur satu arah itu justru untuk membantu transaksi PKL agar lebih tertib.

“Justru kami memfasilitasi, nanti kan ada yang mau beli, ada parkir, bisa di kanan atau di kiri, coba kalau dua arah, PKL disana, ada parkir disana ada parkir disini, kan crowded (ramai) disitu, jadi satu arah itu untuk memfasilitasi PKL,” ujar Edy.

Dikatakan Edy, jalur yang masih tahap uji coba ini akan dievaluasi kembali pada hari Senin 12 April 2021 nanti.

Pada rapat evaluasi itu, pihaknya akan menghadirkan para PKL agar aspirasinya mudah tersampaikan.

“Tinggal nanti keputusannya dimusyawarahkan hari senin, dari pihak PKL ingin seperti apanya,” ucap Edy.

Selain itu, Wakil Ketua DPRD Majalengka Asep Eka Mulyana mengatakan pemerintah daerah harus memperhatikan aspek lain dalam mengambil kebijakan pembangunan.

“Saya mengapresiasi pembangunan di Majalengka saat ini, tapi pemerintah juga jangan mengabaikan aspek kehidupan yang lain, PKL juga berhak mendapat perhatian dari negara,” ucap Eka.

Laporan: Erick Disy Darmawan