Oorange Unpad Launching Kedai ProKUS Di Tiga Kabupaten Di Jawa Barat

oleh -32 views

KORANDESA.ID, MAJALENGKA, – Oorange Universitas Pajajaran (UNPAD) bekerjasama dengan Kementrian sosial luncurkan kedai ProKUS di tiga kabupaten/kota Jawa Barat. Ketiga Kabupaten kota tersebut yakni Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Garut. Di Kabupaten Majalengka sendiri kedai proKUS Oorange berada di Desa Paniis, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat yang baru di resmikan secara serentak pada siang tadi, Rabu (12/01/2021).

Staf Ahli Inkubator Bisnis Bidang Agribisnis UNPAD, Gema Wibawa Mukti saat menyerahkan surat MoU program Kedai ProKUS Oorange kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majalengka
Staf Ahli Inkubator Bisnis Bidang Agribisnis UNPAD, Gema Wibawa Mukti saat menyerahkan surat MoU program Kedai ProKUS Oorange kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majalengka.

Peresmian kedai proKUS ini sendiri ditandai dengan penyerahan alat phress kemasan prodkk serta penanda tanganan MoU antara Oorange Unpad dengan dinas Sosial di Kabupaten/kota masing masing.

VIC Project ProKUS Oorange In’in Hamidah, S.TP., M.Si., mengatakan, kedai proKUS Oorange merupakan inisiasi dari Oorange Unpad yang bekerjasama dengan Kementerian Sosial dalam mengembangkan program kewirausahan sosial bagi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) untuk mengembangkan dan memperluas pasar dari produk produk KPM. “Kedai ProKUS Oorannge merupakan program pertama dan menjadi pilot project bagi kami. Bagaimana mengangkat perekonomian usaha ultra mikro KPM PKH”, ujar In’in melalui video convrence dengan sejumlah wartawan.

Menurutnya, Program Kewirausahaan Sosial (ProKUS) di Kabupaten Majalengka khususnya, sudah berjalan dua tahun, dan tahun 2021 merupakan tahun terakhir dari program tersebut. ” Maka dari itu kita menginisiasi untuk meluncurkan kedai ProKUS Oorange bagi para KPM PKH”, katanya.

Hal senada juga disampaikan Staf Ahli Inkubator Bisnis Bidang Agribisnis UNPAD, Gema Wibawa Mukti, menurutnya, kedai proKUS Oorange merupakan hasil program pendampingan yang dilaksanakan pihaknya selama 4 bulan.

“Ini adalah lanjutan dari program ProKUS pertama tahun 2020. Kita sudah menyelesaikan program pendampingan yang dilaksanakan dari September sampai Desember. Dan, alhamdulillah ditutup dengan peresmian kedai ProKUS, tempat KPM berkumpul untuk memasarkan produknya,” papar Gema.

Dijelaskan dia, dari seluruh KPM binaannya saat ini baru sekitar 20 persen yang sudah memasarkan produknya. Adapun produk yang mendominasi di kedai ProKUS ini adalah jenis produk makanan.

“Kedepan insyallah semua bisa tergabung di sini. Untuk produk ada 24 yang sudah masuk. Kebanyakan (produk) pangan,” jelasnya.

Kendati, peran Oorange UNPAD dalam program ini adalah pembinaan terhadap manajemen bisnisnya, mulai pencatatan keuangan kemudian pemasaran kemasan dan sebagainya.

“Peran ProKUS ini meningkatkan nilai jual itu, kalau dulu dijual langsung secara bal-balan membuat nilai produk rendah, begitu masuk sini dikemas di promosikan jadi nilainya bertambah” ucap dia.

“Jadi kita lebih banyak mendampingi teman KPM itu dalam bentuk manajemen usahanya, itu yang kita dorong. Terus dari segi kemasan juga kita bantu untuk ditingkatkan nilai produknya,” sambung dia.

Sementara, untuk pemasarannya sendiri, kata dia, pihaknya akan berupaya mendorong KPM untuk menyasar market online. Untuk, Kedai ProKUS sendiri, lanjut dia, akan dikelola langsung oleh KPM.

“Prinsipnya kami membuat ini kedai ProKUS untuk memberikan manfaat. Program ini dari Kemensos kerjasama dengan Oorange UNPAD,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu KPM, Idah Widaningsih mengatakan, dengan adanya program ini dirinya telah merasakan manfaatnya. Selain mendapat pembinaan usaha, pendapatan usahanya pun diklaim semakin meningkat.

“Kita dibantu juga pemasarannya lewat online. Kalau offlinenya udah dibantu juga. Omset setelah dibantu Alhamdulillah meningkat juga. Yang kemarin bantuannya uang tunai, sekarang bantuannya pengembangan usaha,” jelas Idah.

Apa yang dirasakan Idah Widianingsih dirasakan pula oleh Ma Sifa asal Banyuresmi Garut serta Yani asal Kabupaten Bandung Barat. Menurut mereka, adanya program kewirausahaan sosial (ProKUS) yang diluncurkan pemerintah melalui Kementrian Sosial sangat membantu usaha mereka. Setelah mengikuti pendampingan dari para mentor, usaha mereka semakin berkembang. “Alhamdulillah adanya program kedai ProKUS Oorange ini sangat bermanfaat, bisa menambah ilmu dan pengetahuan bagi saya, bagaimana caranya berusaha agar lebih maju. Setelah adanya bimbingan dari para mentor, usaha ema (panggilan Ma Sifa) jualan kue basah sekarang bisa berkembang. Yang asalnya pendapatan per hari hanya 40 ribu rupiah, sekarang omset perharinya sudah mencapai ratusan ribu per hari”, kata ma Sifa.

Sementara Yani asal Kabupaten Bandung Barat berharap pendampingan dari Program Kedai ProKUS Oorange bisa berkelanjutan, karena ia beralasan, ProKUS ini sangat bermanfaat bagi dirinya dan KPM PKH lainnya yang memiliki usaha ultra mikro. “Saya sangat berharap program kedai ProKUS Oorange ini bisa berkelanjutan, karena proKUS ini luar biasa, penuh kejutan dengan konsep konsep di luar nalar, banyak hal hal yang tidak diduga untuk kemajuan usaha hingga bisa mengangkat perwkonomian keluarga kami”, pungkas Yani. (***)