Pembangunan Gerai Wisata Senilai 4,1 Milyar di Wisata Panyaweuyan Ambruk, Kepala Dinas Parbud Tunggu Hasil Kajian Ahli

oleh -94 views

Majalengka, korandesa.id – Proyek pembangunan gerai wisata dikawasan obyek wisata Panyaweuyan senilai 4,1 miliar rupiah milik Pemda Majalengka di Blok Dongkol, Desa Sukasari Kaler, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka ambruk saat masih dalam proses pembangunan.

Terlihat sebagian beton penyangga bangunan nampak hancur dan patah, dibawahnya beberapa pasangan batu bronjong sebagai pondasi dasar tembok penahan tebing ambrol dan terlepas sehingga mengakibatkan Tembok Penahan Tebing (TPT) dan tanah diatasnya sudah mulai retak retak.

Kondisi benteng yang ada di bagian atas bangunan tersebut juga sudah mulai retak-retak, demikian juga di sekeliling bangunannya. Wajar jika masyarakat mengkhawatirkan jalan akan terbawa longsor.
Bahkan bebeeapa warga mengkawatirkan kejadian tersebut akan berdampak juga pada ambruknya jalan raya menuju kebun warga dan wisata Panyaweuyan.

Menurut warga setempat ambruknya bangunan tersebut,mengkhawatirkan akan menyeret jalan yang ada di bagian atas karena terbebani oleh bangunan, kondisi ini karena di bagian bawah juga terdapat galian.
“Itu sebagian urugan tanah baru yang diambil dari tebing kebun yang ada di sebelah (seberang proyek), karena tanah baru digunakan mengurug sela-sela bronjong dan untuk ditempati pondasi bangunan wajar jika ada hujan besar langsung ambruk terbawa air,” ungkap seorang warga.

Warga lainnya Adnan dan Samsudin masih warga setempat mengatakan, ambruknya bangunan tersebut terjadi beberapa hari lalu ketika hujan besar. Namun tidak diketahui persis jam berapa kejadiannya.
“Saeuranana nyadak di dinya palih keler, saeuran engal di handapna lamping. (Urugannya mengambil dari sebelah Utara, urugan baru sementara dibagian bawahnya tebing),” ungkap Adnan.

Kondisi benteng yang ada di bagian atas bangunan tersebut juga sudah mulai retak-retak, demikian juga di sekeliling bangunannya. Wajar jika masyarakat mengkhawatirkan jalan akan terbawa longsor.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab ambruknya pembangunan yang berada di tebing yang cukup curam tersebut, apakah karena urugan baru yang langsung dipasang pondasi dan bangunan, ataukah karena kurang kokohnya kontruksi bangunan atau juga karena penyebab lainnya, seperti bencana alam atau force mayor.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka iding Solehudin ketika dimintai konfirmasi sejumlah wartawan mengatakan, bangunan tersebut ambruk pada Jumat (5/11/2021) malam setelah hujan deras mengguyur hampir sebagian besar wilayah Majalengka. Namun demikian pihaknya belum mengetahui persis apa penyebab ambruknya bangunan untuk gerai wisata tersebut, apakah akibat kejadian bencana alam, kontruksi bangunan yang kurang baik atau diperencanaan.
“Kami masih menunggu hasil kajian dari tim ahli di bidangnya. Kami telah meminta pihak berwenang untuk mengkaji dan meneliti penyebebnya,” ungkap Iding.

Menurutnya anggaran pembangunan gerai tersebut yang tertuang dalam kontrak kerja sebesar Rp 4,1 miliar yang bersumber dari DAU (Dana Alokasi Umum), progres pembangunan saat ini diperkirakan telah mencapai 60 persenan. Sedangkan anggaran yang telah dicairkan pihak pengusaha sebesar 30 persen.

Iding tidak bersedia menjelaskan apakah proyek tersebut akan dilanjutkan atau dihentikan, dia kembali mengatakan pihaknya menunggu hasil kajian dari institusi yang ditunjuknya. “Setelah ada hasil penelitian menyangkut penyebab ambruknya bangunan ini, solusinya hanya dua dilanjutkan jika penyebabnya bukan karena paktor alam, atau dihentikan karena pertimbangan alam yang tidak meungkinkan untuk dilanjutkan,” ungkapnya.

Ambruknya gerai wisata panyaweuyan tersebut viral dibeberapa platform di media sosial, sehingga beberapa hari lalu anggota DRRD Kabupaten Majalengka dari komisi III turun langsung meninjau lokasi proyek tersebut.

Sayangnya di proyek tersebut tidak terpampang Papan proyek, sehingga siapapun yang meninjau proyek tersebut tidak mengetahui berapa anggaran pasti dari pekerjaan tersebut, siapa dan perusahaan mana yang mengerjakannya serta berapa lama waktu pengerjaannya, semua tidak tahu !! (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.