Pengadilan Negeri Majalengka Gelar Sidang Pertama Putra Bupati Majalengka

oleh -38 views

Majalengka, korandesa – Senin siang ( 16/12/2019 ), sekitar pukul 13.00 WIB, pengadilan negeri Majalengka mengelar sidang pertama terkait perkara INA sang putra Bupati Majalengka. Sontak ruang tunggu pengadilan penuh dengan pengunjung yang ingin melihat jalannya persidangan tersebut.

INA dalam persidangan yang didampingi Kuasa Hukumnya Dr. Kristiawanto dan Partners, begitu tenang menyimak pembacaan dakwaan jaksa tersebut.

Dalam Persidangan Pertama itu, Jaksa dalam dakwaanya yang dibacakan didepan persidangan mengatakan bahwa INA diduga melakukan tindak pidana pengroyokan atau tindak pidana karena kalpaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 Ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 360 Ayat (2) KHUPidana;

Dr. Kristiawanto selaku kuasa hukum INA menyampaikan bahwa kliennya telah menjalani sidang pertama. “Klien kami telah menjalani sidang pertama di Pengadilan Negeri Majalengka dalam agenda mendengarkan dakwaan penuntut umum Kejaksaan Negeri majalengka, berdasarkan dakwaan dimaksud klien kami Irfan Nur Alam tidak pernah mempunyai hutang kepada Sdr. Panji (Saksi Pelapor) dan klien kami tidak pernah menondongkan Senjata Api (Senpi) ke Sdr. Panji sebagaimana pemberitaan, yang terjadi adalah perebutan Senpi oleh Sdr. Panji yang dilerai oleh Saksi Sdr. Handoyo, sekali lagi bukan penodongan itu yang muncul dalam dakwaan” ujar Kuasa Hukum.

“Dan yang dimaksud hutang oleh Sdr. Panji adalah terkait dengan Sdr. Andi Salim bukan INA (klien kami), jadi kedatangan Sdr. Panji dan Rombongan yang berjumlah kurang lebih lima belas orang dari Bandung ke Majalengka sebenarnya mencari Andi Salim (teman Sdr. Irfan) bukan ke Klien Kami” jelas Kristiawanto

Lebih lanjut, Kristiawanto menegaskan dalam uraian dakwaan dijelaskan terkait kedatangan Sdr. Panji dan Rombongan yang berjumlah kurang lebih lima belas orang dari Bandung ke Majalengka ke rumah klien kami, diluar pengetahuan klien kami, mengingat saat itu INA (klien kami) berada di Bandung sedang liburan bersama keluarga, kemudian klien kami diberitahu melalui telephon oleh Sdr. Andi Nur Mawan alias Pendoel dan orang yang berada dirumah terkait kedatangan Sdr. Panji bersama Rombongan, dan ternyata kedatangan dimaksud diketahui untuk mencari Sdr. Andi Salim masalah utang piutang dan ternyata salah alamat ketika datangnya kerumah Klien kami, karena Klien Kami tidak pernah merasa mempunyai utang dengan Sdr. Panji, disampaikan oleh Klien Kami untuk tidak membuat keributan dirumah Klien Kami, sehingga Panji dan rombongan bergeser ke Ruko Taman Hana Sakura untuk diselesaikan masalahnya dengan yang bersangkutan Andi Salim.

Disampaikan lebih lanjut Kuasa Hukum “bahwa saat pulang liburan dari Bandung pada dini hari sekitar pukul 23.00, Klien Kami dijemput oleh Danil sebagai pemilik PT. Laskar Makmur Sadaya yang dalam hal ini perusahaannya dipinjam oleh Andi Salim dan kebetulan Danil adalah adik iparnya INA (Klien Kami), dimana Danil meminta INA agar dapat menengahi persoalan yang terjadi mengingat situasi di Depan Ruko Taman Hana Sakura, Jalan Raya Cigasong – Jatiwangi – Majalengka sudah sangat memanas antara Rombongan Panji dengan gerombolan masa/ masyarakat setempat, kemudian Klien Kami datang ketempat dimaksud, sesampaianya di lokasi dimaksud seketika melihat kondisi yang rusuh tidak terkendali dan tidak dapat di tenangkan kemudian Senpi milik Klien Kami yang dimiliki secara Legal/ Berijin Resmi sebagaimana ketentuan Peraturan Perundang – Undangan yang berlaku tersebut diledakkan sebanyak dua kali secara bertahap ke arah atas, dengan tujuan melerai masa yang sedang rusuh tidak terkendali, kemudian setelah itu Panji diajak masuk ruko untuk duduk bersama menyelesaikan masalah kesalah pahaman dimaksud, namun dengan seketika dalam perjalanan menuju ruko Panji merebut Senpi yang dalam penguasaan Klien Kami dan dilerai oleh Saksi Handoyo sehingga terjadi letusan ketiga yang tidak bisa dikendalikan oleh Klien Kami akibat rebutan (gumulan)” tegas Kristiawanto.

Dalam proses hukum yang dijalani selama ini Kristiawanto menjelaskan “hingga saat ini Klien Kami masih ditahan oleh Kejaksaan Negeri Majalengka, dan terkait Penangguhan Penahanan yang menjadi hak Klien Kami berdasarkan Pasal 31 ayat (1) KUHAP, sudah kami upayakan mulai saat proses penyidikan di Polres Majalengka hingga pelimpahan Tahap Dua di Kejaksaan Negeri Majalengka, namun tidak dikabulkan, mesikipun demikian Penangguhan Penahanan akan tetap Kami ajukan melalui Sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Majalengka, mengingat itu adalah hak Klien Kami” tegas Penasehat Hukum.

Terakhir Kristiawanto menegaskan “Bahwa proses hukum sedang berjalan, Kami meminta kepada masyarakat dan media untuk tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tetap menjunjung tinggi “Asas Praduga Tidak Bersalah” terhadap Klien Kami INA”, tegas Dr. Kristiawanto dengan tegas. ( KD- 02 )