Penyaluran BST Kemensos 2021 Desa Pakubeureum Diduga Tidak Tepat Sasaran

oleh -310 views

Majalengka, korandesa.id – Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dari kementrian sosial sebesar Rp. 600.000,- bagi 288 warga desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka diduga tidak tepat sasaran. Beberapa nama yang tertera dalam data tertulis dari kantor pos dinilai tidak layak untuk mendapatkan BST Kemensos 2021 yang dibagikan pada Sabtu pagi (24/07/2021) di kantor Desa Pakubeureum.

Penelusuran wartawan korandesa.id dilapangan masih ada data data tertulis yang di bawa Kantor Pos dengan isian nama nama yang tidak layak untuk mendapatkan bantuan sosial tersebut. Diantaranya adalah ASN, Warga yang dinilai mampu secara ekonomi dan nama orang yang sudah meninggal dunia serta orang yang sudah pindah alamat.

Bahkan menurut salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, banyak diantaranya Penerima BST kemensos tersebut dari keluarga Pamong desa, ” Penerima bantuan BST yang sekarang kebanyakan keluarga aparat desa, seperti halnya keluarga Sekdes dan dianya sendiri juga dapat, sementara masih banyak masyarakat dibawah yang tidak dapat,” ungkapnya.

Sekertaris desa Pakubeureum Billy Maulana Rachmat saat dikonfirmasi korandesa.id mengakui bahwa dia tidak tau kalau namanya tercantum dalam daftar penerima BST tersebut. Diakuinya, data tersebut langsung dari pusat. ” Saya tidak tau data itu, karena data yang ada nama namanya tersebut dari pusat dan diserahkan oleh kantor pos, kami pihak desa tidak tahu data awalnya dari mana karena pihak kecamatan Kertajati pun, baik Kasie Kesos ataupun Kantor pos tidak pernah ada kordinasi dengan kami terkait daftar nama nama penerima bansos tersebut. Ujug ujug kami menerima data yang ada sekarang, jadi kami tidak tahu, ” ujar Billy.

Diakui Billy, Data penerima BST Kemensos yang diterima dari kantor pos tersebut banyak kesalahan,”masih banyak nama nama dalam data tersebut yang orangnya sudah meninggal dan pindah ke desa lain, Seperti halnya Engkar Karyati, dia bukan lagi warga Pakubeureum tapi masih tercantum dalam data penerima tersebut,” ungkap Billy.

Sementara itu Kepala Seksi Kesejahtraan Sosial (Kasie Kesos) Kecamatan Ketajati Triana Dewi saat dihubungi korandesa.id melalui saluran hand phone nya membantah kalau pihaknya tidak ada kordinasi dengan desa. ” Semua kami sudah kordinasikan dengan pihak desa. Adapun terkait data penerima bansos yang sekarang ada, itu semua memang sudah seperti itu, saya juga kurang faham, silahkan saja bapak menghubungi TKSK Kecamatan Kertajati yang lebih tahu tentang pengimputan data tersebut,” kata Triana Dewi.

Senada dengan Triana Dewi, TKSK Kecamatan Kertajati Nanang mengatakan, setiap program yang ada selalu dikordinasikan dengan desa. “Perasaan setiap program selalu kami kordinasikan. Sementara terkait data penerima BST yang sekarang ada, itu semua data awalnya dari desa, kami hanya sebatas lintas, detailnya data tersebut tetap dari desa. Polanya dari operator yang ada di desa kordinasi dengan kami, kemudian kami lanjutkan data tersebut ke pusat, jadi tidak mungkin kalau data itu datangnya dari kami, “kilah Nanang.

Terkait adanya nama Sekdes Pakubeureum Billy Maulana yang muncul dalam data penerima BST Kemensos tahun 2021 ini, Nanang mengakui dari dulu nama tersebut muncul dalam data penerima bansos. “Padahal nama itu dari dulu juga muncul, Kalau benar kenapa tidak di coret. Sebetulnya dulu juga saya sudah mengingatkan, tapi ya…tidak tahu nama itu masih ada,” pungkas Nanang.

No More Posts Available.

No more pages to load.