Peringatan Harkopnas Ke-72 Koperasi Majalengka Harus Bangkit.

oleh -37 views
Bupati Majalengka DR.H. Karna Sobahi, M.MPd saat tinjau salah satu Stand di peringatan Harkopnas.

Majalengka, korandesa.id –
Menyongsong era digitalisasi dan era Revolusi Industri 4.0, perkoperasian Indonesia secara umum, harus memiliki kesiapan dan bekal sumber daya yang handal, didasari tekad yang siap berubah dalam menghadapi tantangan zaman yang kekiniaan.

Begitupun dengan perkoprasian di kabupaten Majalengka yang merupakan bagian dari NKRI harus memiliki bekal sumber daya handal dalam menghadapi era digitalisasi. Persoalan itu mengemuka pada Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-72 tingkat Kabupaten Majalengka di Gedung BKSDM Kabupaten Majalengka, Minggu (30/7/2019).

Kegiatan Harkopnas di Majalengka sendiri dimeriahkan dengan Bazar Koperasi,santunan terhadap siswa berprestasi, dan hiburan lainnya. Hadir pada kesempatan itu Bupati Majalengka H Karna Sobahi, Kepala Dinas Koperasi dan KUKM H Iman Pramudya, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) H.A.Sumbada serta ratusan koperasi yang ada di Kabupaten Majalengka.


Bupati Majalengka H Karna Sobahi menjelaskan, tantangan baru yang dihadapi dunia perkoperasian tidak hanya sekadar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi semata, namun menyangkut persoalan mindset dan juga perubahan dalam sistem tata kelola. Maka dari itu, koperasi harus melakukan reformasi total terhadap sistem tatakelola dan kepranataan yang sudah berjalan selama ini.”Saya mendorong agar 400 lebih koperasi yang ada di Majalengka, agar beradaptasi dan bertransformasi dalam menghadapi zaman yang senantiasa berjalan dinamis,”kata Karna.

Dia berharap, perkoperasiaan di Kabupaten Majalengka harus memiliki kreativitas dan inovasi yang tinggi untuk menata organisasi termasuk strategi bisnisnya. Karena itu,selain memanfaatkan teknologi digital dengan mengunakan aplikasinya, tentunya sumber dayanya perlu ditingkatkan dalam segala hal.”Saya juga meminta agar Dinas Koperasi dan KUKM mendata koperasi yang masih aktif, antara hidup dan mati, atau mati suri.Setelah itu yang dibina bukan kuantitasnya yang dibutuhkan, tapi kualitasnya,”tegas Karna.


Ditegaskan dia, jumlah koperasi yang banyak belum tentu baik.Tapi yang terbaiklah yang mampu memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi para anggotanya.”Tidak usah banyak-banyak, yang penting sedikit tapi memberikan dampak positif bagi para anggotanya,”pinta Karna.

Hal senada diungkapkan Ketua Dekopinda Kabupaten Majalengka H.A.Sumbada. Dia menjelaskan, peringatan hari koperasi diharapkan sebagai momentum kebangkitan koperasi, yang tujuannya dapat meningkatkan perekonomiaan dan kesejahteraan masyarakat.Sebab, harus diakui hadirnya koperasi turut berperan dalam perekonomian bangsa, menciptakan lapangan pekerjaan, membantu modal usaha, dan lain sebagianya.
“Salah satu sehatnya koperasi ditandai dengan kemampuan koperasi menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada anggotanya,”ujarnya.

Dia juga meminta agar perkoperasian di Majalengka mampu menjawab tantangan zaman dan mampu bersaing dengan sektor usaha lainnya.”Jika tidak mampu menjawab tantangan zaman akan sulit bersaing dengan dunia usaha lainnya,”ungkapnya.(***)