Perkuat Ketahanan Pangan, TNI Manunggal Rakyat Tanam Padi Bersama Dalam Program Cetak Sawah

oleh -65 views

Majalengka, korandesa.id – Guna mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), para parajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak hanya siaga untuk berperang saja. Mereka juga siap mensejahtrakan masyarakat melalui ketahanan pangan. Seperti halnya yang dilakukan Dandim 0617/Majalengka, Letkol Inf. Andik Siswanto. S.IP., M.I.Pol. mengubah lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif melalui program cetak sawah Kodim 0617/Majalengka di Dusun Banggala desa Palasah Kecamatqn Kertajati Kabupaten Majalengka Jawa Barat.

Belakangan ini, Andik bersama anggotanya dari Koramil 1715/Kertajati tengah membuka lahan tidur tersebut menjadi lahan pertanian produktif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sebelumnya, tanah milik TNI AD yang berada di desa Palasah merupakan tegalan yang kurang produktif. Melihat hal itu, Letkol Inf. Andik Siswanto bersama DKP3 Majalengka, organisasi Mina Tani dan masyarakat setempat membuka lahan untuk dicetak menjadi sawah yang subur.

Lahan tersebut, pada Sabtu (18/12) Pagi ini, sudah terlihat gembur dan ditanami padi organik varietas inpari 47 dengan sistem tanam jajar legowo. Terlihat hijaunya jajaran bibit bibit padi tertancap di tanah gembur itu ditanam para tentara angkatan darat dari koramil 1715/Kertajati yang di pimpin Kapten Inf. Maman Kardiman. Dengan masih mengenakan seragam kebesaran, mereka langsung terjun ke pematang sawah berbaur dengan masyarakat ikut menanam padi perdana tersebut. Cucuran keringat dan kotornya tanah yang menempel di baju mereka tak pernah dihiraukan, yang mereka pikirkan semangat untuk membantu mensejahterakan masyarkat melalui ketahanan pangan.

Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf. Andik Siswanto melalui Danramil Kertajati Kapten Inf. Maman Kardiman mengatakan Program Cetak Sawah ini merupakan program dari Kodim 0617/Majalengka untuk kesejahteraan masyarakat khusunya di dusun Banggala desa Palasah, “karena mengingat di desa ini, sawah sawah yang sudah ada habis oleh bangunan infrastruktur yang ada di desa palasah, oleh karena itu kami bekerjasama dengan DKP3 Majalengka BPP kecamatan Kertajati, Mina Tani dan masyarakat desa Palasah membuka lahan tidak produktif menjadi cetakan sawah yang produktif”, tegas Maman.

Menurut Maman, lahan yang dijadikan program cetak sawah ini merupakan tanah milik TNI AD seluas 5,9 hektar. “Awalnya ini merupakan tanah yang tidak produktif, atas arahan dan perintah komandan kodim 0617 Letkol Inf. Andik Siswanto, maka lahan ini di jadikan program cetak sawah untuk kesejahtraan masyarakat khususnya warga Dusun Banggala, dan Alhamdulillah sekarang sudah bisa di garap dan ditanami padi organik jenis Inpari 47″, jelasnya.

Sementara itu, Kordinator BPP Kertajati H. Kusnadi. SP., yang mewakili Kepala DKP3 Majalengka Ir. Iman Firmansyah mengungkapkan rasa bangganya kepada jajaran TNI AD khususnya Dandim 0617/Majalengka yang telah berinisiatif membuka lahan tidak produktif menjadi produktif. ” Kami menyambut baik program cetak sawah yang di gagas pak Dandim dan Danramil Kertajati. Kami siap untuk membantu dan membimbing para petani dalam hal teknologi pertanian pada program cetak sawah ini. Semoga program yang sinergi ini ada fidback dan hasil yang menguntungkan bagi para petani. Kami ucapkan terimakasih kepada Pak Dandim Letkol Inf. Andik Siswanto yang telah menggagas program cetak sawah dan memberikan arahn kepada kami”, tutur Kusnadi.

Hal yang sama juga diungkapkan Budi salah satu Tutor Mina Tani yang bertugas di Majalengka. Menurutnya, program yang di gagas oleh Dandim Majalengka ini sangat bagus untuk memperkuat ketahanan pangan di Majalengka, “Apalagi bibit yang di tanam dalam tanam perdana di program cetak tanah ini, merupakan padi organik yang berbasis pada microba, tidak terlalu banyak menggunakan pupuk, yang kita pakai aplikasinya cuman di semprot, nanti setelah 5 sampai 10 hari terus tinggal di tambahin mineral stone dan asam humat sehingga unsur haranya kembali normal. Untuk program tanam perdana padi organik dalam cetak sawah ini, mina padi hanya mensuport teknologi budi daya dan nutrisinya”, jelas Budi.

Budi berharap dengan adanya program cetak sawah ini, ia ingin membuka mainset masyarakat bahwasannya bertani padi organik ini bisa dan murah. ” ongkos produksinya lebih murah, kita bisa memangkas sampai 30% dari cara konvensional dengan menggunakan pupuk urea”, pungkas Budi.

Program cetak sawah yang ditandai tanam perdana padi organik ini sendiri belum sepenuhnya 5,9 hektar bisa di garap karena masih ada lahan yang sedang di bajak dan di rapihkan untuk media tanam berikutnya. (***)

Laporan : Asep Trisno

No More Posts Available.

No more pages to load.