Pertashop Hadir, Bukti Nyata Jalinan Kasih Pertamina Untuk Warga Di Pelosok Desa

oleh -18 views

Majalengka,korandesa.id – Dalam mewujudkan energi berkeadilan, Pertamina terus meningkatkan pelayanan energi di setiap sudut negeri. Di sudut-sudut pedesaan, belakangan ini Pertamina telah menghadirkan Pertashop sebagai lembaga penyalur resmi Pertamina berskala kecil yang melayani kebutuhan BBM berkualitas bagi masyarakat pedesaan yang jauh dari jangkauan SPBU. Hal ini membuat masyarakat semakin merasakan lebih dekat manfaat energi Pertamina untuk menggerakkan roda aktivitas ekonomi sehari-hari.

Seperti halnya kehadiran Pertashop di Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh, Majalengka, Jawa Barat, yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di sekitar desa tersebut. Dimana Pertashop ini merupakan outlet pelayanan penjualan BBM jenis Pertamax yang sudah berjalan satu tahun lebih dan telah memberi kemudahan bagi masyarakat pedesaan untuk mendapatkan akses pelayanan energi berkualitas sehingga berdampak positif dalam menggerakan ekonomi di pelosok pedesaan.

Hal itu, sangat dirasakan oleh Wiwi (52) seorang ibu rumah tangga asal dusun klewih Jatitujuh yang setiap hari mengantar anaknya pergi sekolah dengan menggunakan motor. Untuk memenuhi kebutuhan energinya sehari hari, Wiwi hampir setiap hari datang ke Pertashop Jatitujuh untuk mengisi BBM jenis Pertamax bagi motor kesayangannya.

Wiwi mengaku sebelum adanya Pertashop di desanya teesebut. Untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar bagi kendaraan roda duanya yang dipakai sehari hari mengantar anak sekolah, ia terpaksa harus merogoh saku lebih dalam untuk membeli bensin eceran (Pertalite) di warung tetangganya dengan harga Rp.10.000,-/ liter. Baginya harga sebesar itu cukup merepotkan karena tiga hari sekali ia harus mengeluarkan uang sebesar 20 ribu rupiah untuk membeli BBM, sementara uang belanja yang ia terima dari suaminya hanya pas pasan untuk kebutuhan sehari hari.

Menurutnya kehadiran Pertashop di kampungnya tersebut sangat membantu dia dalam menghemat uang belanja yang diberikan suaminya. “Alhamdulillah setelah adanya Pertashop di kampung kami, uang belanja saya jadi hemat. Walaupun hanya beda beberapa ribu saja dari biasanya, tapi kalau di simpan tiap hari dari sisa pembelian BBM !! kita kumpulkan selama sebulan apalagi satu tahun mungkin akan lebih bermanfaat, apalagi BBM yang di dapat dari Pertashop ini kwalitas dan takarannya jauh lebih baik hingga bisa menghemat pengeluaran harian saya”, katanya.

Lebih jauh Wiwi mengatakan, selain bisa lebih menghemat uang belanja, sekarang ia tidak perlu lagi bersusah payah pergi jauh berkilo kilo ke SPBU hanya untuk beli Seliter dua liter BBM. Wiwi tak perlu lagi buang buang energi hanya untuk mendapatkan seliter BBM, karena harga di Pertashop juga per liternya sama dengan di SPBU yaitu harga pertamina.

Apa yang dirasakan Wiwi diraskan pula oleh Otong Rohaman (48) salah satu pedagang ikan pindang keliling asal Desa Randegan kulon Kecamatan Jatitujuh. Sama seperti Wiwi. Ia juga merasakan hadirnya outlet Pertashop di sekitar daerahnya sangat membantu. Sekarang dia tak perlu lagi buang buang waktu hanya sekedar beli BBM saat mau pergi berdagang. Hanya cukup waktu beberapa menit saja ia sudah mendapatkan energi bagi kendaraan roda duanya yang setia menemani dalam mencari kehidupan. ” Dulu sebelum ada outlet Pertashop disini, setiap hari sebelum berangkat jualan, saya harus pergi dulu ke SPBU yang jaraknya berkilo kilo dari rumah saya, sehingga waktu untuk berjualan habis hanya sekedar untuk ngisi BBM. Apalagi kalau di SPBU tersebut antri dengan yang lain, minimal waktu 30 menit untuk berangkat jualan habis disana”, ungkap Otong.

“Saya merasakan betul manfaat adanya Pertashop disini, selain saya bisa menghemat waktu dalam mengisi BBM bagi motor saya, juga membantu secara ekonomi, karena dengan adanya pertashop ini, saya tidak lagi pergi jauh ke SPBU atau membeli bensin eceran di warung sehingga bisa menghemat pengeluaran saya”, katanya pula.

Berbeda dengan Wiwi dan Otong Rohaman. Sucitra (20) pemuda asal Ligung yang bekerja sebagai petugas pengisi BBM di Pertashop Jatitujuh ini, mengungkapkan, baginya kehadiran pertashop merupakan anugrah dalam hidupnya. Titel pengangguran yang selama ini ia sandang, gugur sudah setelah diterima bekerja di outlet pertashop itu. Sekarang Sucitra sudah bisa membantu kedua orang tuanya dalam mencari nafkah.

“Saya sangat senang bisa bekerja disini, sekarang saya bisa membantu kedua orang tua dalam memenuhi kebutuhan sehari hari hingga roda ekonomi kami terus berputar. Kini tak ada lagi kata pengangguran yang disandang saya. Terimakasih Pertamina yang telah peduli terhadap kami orang orang desa. Hadirnya Pertashop disini merupakan bukti nyata jalinan kasih terhadap kami”, ucap Sucitra.

Sejauh ini menurut Sucitra, penjualan Pertamax di outlet Pertashop yang di kelolanya ini mencapai 200 liter per hari. Masih menurut dia, rata rata konsumen yang datang ke outletnya adalah para pedagang keliling dan ibu ibu. ” Rata rata yang belanja BBM ke sini adalah ibu ibu dan pedagang keliling”, jelasnya.

Sementara itu, dikutip dari KOMPAS.com. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, mengatakan, di tahun 2021 ini, Pertamina yang bekerjasama dengan kementrian dalam negeri menargetkan 10.000 pertashop baru sudah dapat beroperasi.

“Kita rencanakan memang ada satu outlet di setiap desa di 73.000 desa yang ada di Indonesia. Dan tahun ini kita targetkan terbangun 10.000 outlet Pertashop,” ujar Nicke dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/4/2021).

Menurut dia, program Pertashop sejalan dengan tanggung jawab Pertamina sebagai BUMN untuk menjadi roda penggerak perekonomian masyarakat, khususnya di daerah.

Nicke pun berharap keterlibatan para pengusaha daerah dalam menyukseskan program Pertashop dengan menjalin kemitraan, sehingga terbangun Pertashop di setiap desa sejalan dengan program One Village One Outlet (OVOO). (***)

Laporan : Asep Trisno

No More Posts Available.

No more pages to load.