Polisi Ungkap Dua Kasus Pengeroyokan Oleh Anggota Geng Motor dan Sekawanan Preman di Kabupaten Majalengka

oleh -89 views

MAJALENGKA, korandesa.id – Hasil Oprasi Libas Lodaya 2019 yang di gelar dari tanggal 22 Agustus sampai 31 Agustus, Polres Majalengka Berhasil menggungkap dua kasus kejahatan jalanan yang menyangkut pasal 170 (pengeroyokan), salah satunya pengeroyokan anggota geng motor karena kesalah pahaman dan pengeroyokan karena cemburu, konferensi pers di gelar di halaman depan Mako Sat Reskrim Polres Majalengka, Rabu(28/08/2019).

Kapolres Majalengka AKBP. Mariyono, S.I.K., M.Si. yang di dampingi oleh Kasat Reskrim Polres Majalengka AKP M.Wafdan Muttaqin,S.I.K.,M.H gelar Konferensi Pers ungkap kasus dua kasus pengeroyokan.

Kasus yang pertama di awali rasa cemburu dalam sebuah hubungan asmara hingga terjadi pengeroyokan yang dilakukan oleh 10 (Sepulu) orang tersangka.

Selain rasa cemburu awal mula mengakibatkan pengeroyokan para pelaku lantaran kesal dengan perkataan korban berinisial (IS) Warga kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka yang pernah menantang salah satu keluarga pelaku berinisial (A) warga Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka.

Sehingga Korban mengalami luka lembam bagian wajah, luka robek kepala bagian atas dan kepala bagian belakang, serta luka dibawah telinga hingga di jahit sebanyak 14 jahitan disamping itu korban juga menderita tulang tengkorak bagian atas retak dan korban juga menderita luka lecet pada bagian punggung dan kedua lututnya.

Dan kasus pengeroyokan yang kedua di lakukan oleh tiga orang dari empat kawanan geng motor di Kabupaten Majalengka, akibat dari pengeroyokan tersebut menyebabkan seorang remaja bersimbah darah. Ketiga pelaku geng motor tersebut diciduk di tiga lokasi yang berbeda oleh timsus Polsek Majalengka Kota dan Satreskrim Polres Majalengka.

Saat Konferensi Pers menurut Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono, SmI.K.,M.Si didampingi Kasat Reskrim, AKP M Wafdan Muttaqin, S.I.K.,M.H menyebutkan aksi pengeroyokan tersebut salah sasaran. Mereka menduga korban merupakan salah satu musuh ‘Bubuyutannya’ yaitu sesama geng motor lainnya. “Ketiga pelaku yang kami amankan ini, memiliki peran berbeda,” kata Kapolres AKBP Mariyono.

Selain itu, menurut AKBP Mariyono, aparat juga menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya, satu buah samurai panjang dan satu unit sepeda motor serta beberapa barang bukti lainnya. Sementara ketiga pelaku yang sudah dibekuk tersebut, masing-masing diketahui berinisial AR (18) warga Desa Cipicung, Kecamatan Maja, DS (19) warga Desa Burujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi dan MJ (23) penduduk Desa Ranji Wetan, Kecamatan Kasokandel, Majalengka.

“Kini polisi juga masih memburu satu rekan pelaku lainnya yang sudah diketahui identitasnya. Saat ini satu palaku tersebut, sudah kami tetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO),” ungkapnya.

Sebelumnya, menurut kapolres, seorang remaja atas nama Dadan Mulyana (17) warga Desa Karayunan, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, mengalami sejumlah luka dibagian tubuhnya dengan tiga luka tikaman.

“Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka robek 11 jahitan dibagian kepala belakang sebelah kanan dan kepala kiri depan lima jahitan serta dibagian kanan mengalami luka robek dan sudah menjalani perawatan intensif di RSUD Majalengka,” jelasnya.

Kapolres menambahakan, bahwa kejadian tersebut, terjadi di Jalan Raya KH. Abdul Halim, tepatnya di depan Toserba Griya, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan dan Kabupaten Majalengka, pada Selasa (20/8/2019) dini hari, sekira pukul 01.30 WIB.

“Akibat perbuatannya, ketiga palaku tersebut, akan kami jerat pasal 170 KUHPidana, dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara,” tegasnya.