Program Biomassa di BKPH Tomo Utara Tumbuh Baik Hingga Mencapai 95%

oleh -43 views
Asper BKPH Tomo Utara Mamat Rohmat saat berbincang dengan wartawan di Kantornya.

KORANDESA.ID, SUMEDANG -Kebutuhan energi dunia semakin meningkat seiring pertambahan penduduk dunia. Sementara Saat ini pemenuhan kebutuhan energi dunia masih mengandalkan bahan bakar fosil yang tidak renewable dan cenderung tidak ramah lingkungan.

Kondisi tersebut memicu bertumbuhnya pengembangan dan penggunaan energi alternatif yang terbarukan dan ramah lingkungan.

Salah satu yang sedang di kembangkan di Indonesia sekarang adalah pengembangan biomassa yang menjadi program unggulan Perhutani, bahkan menjadì visi misi Perum Perhutani.


Menurut data yang dilansir media kontan.co.id pada 9 juli 2019, perhutani telah menyiapkan lahan ditahun 2019 sebanyak 20ribu ha, setiap tahun tambah terus sampai di angka 120ribu ha tadi. jadi sampai 5 tahun ke depan akan menghasilkan 2 juta wood pellet atau 3,5 juta ton green biomasa.

Sejalan dengan visi misi perum perhutani tersebut. BKPH Perhutani Tomo Utara dibawah KPH Sumedang terus berupaya untuk mensukseskan program biomassa tersebut. Asisten Perhutani ( Asper ) BKPH Tomo Utara Mamat Rohmat bersama jajarannya terus memantau pertumbuhan tanaman biomassa dengan jenis bibit tanaman Kaliandra merah dan Gamal di lahan seluas 296 ha di wilayah BKPH Tomo Utara. ” Saat ini Kami terus berupaya dan memantau perkembangan bibit biomassa tersebut, Alhamdulillah berdasarkan data dari pemantauan kami pertumbuhannya yang ada di wilayah kami sangat baik, dan sekarang sudah mencapai 95 % pertumbuhannya”, kata Mamat.

Mamat berharap program biomassa ini berhasil baik sesuai yang diinginkan perhutani, karena program ini merupakan program yang sangat baik daripada prigram tanaman kayu jati. Tumbuhan ini lebih cepat tumbuh dari jati”, jelas Mamat.


Masih menurut mamat tanaman biomassa termasuk produk kehutanan yang quick yield, bisa dipanen dalam waktu dua tahun dan dipelihara trubusannya dan selanjutnya trubusan tersebut dapat dipanen setiap 2 (dua) tahun sekali.Pungkasnya. ( KD -02 )