Protes ke Pemerintah, PKL: Jangan Jadikan Kami Eksperimen Kebijakan

oleh -52 views

Majalengka, korandesa.id Puluhan pedagang kaki lima yang tergabung dalam asosiasi pedagang kaki lima (ASPEK5) Kabupaten Majalengka melakukan aksi protes kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka.

Mereka melakukan aksi protes tersebut lantaran adanya kebijakan terkait larangan berdagang disekitar alun-alun Majalengka.

“Kita hanya meminta pemerintah untuk tidak menghalangi sumber penghasilan kami (PKL), kalau urusan Covid, itukan bisa disiasati tinggal protkesnya saja yang dijaga,” ujar Ketua ASPEK5 Kabupaten Majalengka, Dadang Hermawan, Rabu (7/4/2021).

Selain itu, mereka juga merasa di diskriminasi karena sejumlah ruang publik yang berada di Majalengka masih bisa dipakai berdagang oleh para PKL.

“Seperti di GGM, Bunderan Munjul itukan bisa, kenapa di Alun-alun harus dibedakan, kata saya tadi alun ini seperti tempat sakral dibuka, ditutup lagi, buka, tutup, buka, tutup gitu aja kan lucu jadinya,” kata Dadang.

Lalu Dadang juga meminta percobaan jalur satu arah sepanjang jalan Alun-alun Majalengka agar segera dicabut kembali, pasalnya kebijakan tersebut berdampak negatif kepada PKL.

“Terus percobaan jalur satu arah ini sangat meresahkan, menurunkan omsetnya sangat luar biasa. Saya harap pemerintah evaluasi kembali, jangan sampai masyarakat dijadikan korban eksperimen oleh kebijakan itu,” pungkasnya.

“Kata mereka ini kan baru masa percobaan selama 3 bulan, tapi kan jangan keukeuh 3 bulan juga, gini deh analoginya, ada orang sakit mau dioperasi udah ngap-ngapan disuruh nunggu seminggu ya keburu meninggal,” lanjut Dadang

Laporan: Erick Disy Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *