Putus Rantai Penularan Covid-19, Kapolres Majalengka Bagikan Masker dan Ajak Santri Sosialisasikan Disiplin Prokes.

oleh -7 views

Majalengka, korandesa.id – Berbagai Upaya dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 di Kabupaten Majalengka terus dilakukan dengan gencar oleh jajaran Kepolisian dari Polres Majalengka dengan melibatkan pondok pesantren yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka. Salah satunya adalah dengan pondok pesantren (Ponpes) Al – Mizan Desa Ciborelang Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka Jawa Barat.

Kerjasama penanggulangan wabah Covid 19 tersebut dikemas dengan bentuk sosialisasi disiplin prokes 4M kepada para santeri dan warga yang ada di pondok pesantren itu. Kali ini Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi mengajak Kiyai dan para santeri untuk terus mensosialisasikan pentingnya di vaksin dan menjaga disiplin prokes dalam kehidupan sehari hari.

Terlihat dalam kerjasama tersebut diawali dengan pembagian masker oleh Kapolres AKBP Edwin Affandi kepada para santri di ponpes Al – Mizan Jatiwangi yang saat itu sedang menunggu kedatangan kunjungan Menteri Sosial Tri Risma Maharini, pada Jumat kemarin (05/11/2021)

“Sebelum Kunjungan Kerja Mentri Sosial RI ke Ponpes Al – Mizan langsung kami tindaklanjuti dengan kegiatan ini dengan membagikan masker kepada Santri santriwati Ponpes Al – Mizan Desa Ciborelang Kecamatan Jatiwangi,” ucap Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi.

Dikatakan Kapolres, keberadaan para santri memegang peran penting untuk ikut membantu mencegah penularan COVID-19. Kedisiplinan mereka menegakkan protokol kesehatan diharapkan berdampak langsung pada penurunan angka penderita.

Menurut Edwin, jumlah santri di Ponpes Al-mizan cukup banyak. Bahkan dari puluhan pondok pesantren yang ada di Kabupaten Majalengka, total santri diperkirakan mencapai puluhan ribu orang. “Tentu saja mereka diharapkan menjadi pelopor patuh protokol kesehatan,”ujarnya.

Selama ini, kata Kapolres, hubungan polisi dengan pengelola ponpes terjalin baik. Karena itu, saat dirinya mendatangi pondok pesantren untuk melaksanakan pembagian masker, para kiyai dan santri menyambut dengan gembira.

“Sinergitas itu ke depan diharapkan semakin kuat. Sehingga segala persoalan yang ada dapat dicarikan jalan keluar bersama. Termasuk di antaranya dalam menjamin kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan,” pinta AKBP Edwin.

“Yang terpenting selain saling mengawasi dan mengingatkan adalah bangkitnya kesadaran akan pentingnya menjaga diri dan orang lain dari COVID-19,” tandasnya.

Sambil membagikan masker, polisi yang semuanya mengenakan peci hitam juga mensosialisasikan tata cara memakai penutup hidung dan mulut tersebut. Yakni tidak memegang bagian dalam masker serta tidak menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum tangan dipastikan tercuci.(***)

Laporan : Asep Trisno

No More Posts Available.

No more pages to load.