Ratusan Buruh Dan Karyawan PT. BBS Gelar Aksi Solidaritas Tuntut Penghentian Union Busting Dan Perbudakan

oleh -108 views

KORANDESA.ID, MAJALENGKA. – Ratusan Karyawan dan Buruh PT. Bintang Baru Sukses (BBS) menggelar aksi Solidaritas untuk 6 anggota dan pengurus SPN yang diputus kerja secara sepihak oleh PT. BBS. Aksi yang dipimpin langsung Ketua DPC SPN Kabupaten Majalengka Joko Purnomo (Jopu) pada Rabu (25/05/2022) di gelar di depan halaman kantor PT. BBS Majalengka.

Foto : Ilustrasi Demo SPN
Foto : Ilustrasi Demo SPN

Dalam Aksinya mereka menuntut diberlakukannya jam kerja sesuai undang undang ketenagakerjaan  dan tidak ada UNION BUSTING di perusahaan tersebut.

Dalam orasinya Jopu yang juga sebagai Ketua Aliansi Buruh MMajalengka (ABM) mengatakan, para buruh dan karyawan PT. BBS menuntut agar di perusahaan tersebut tidak ada lagi Union Busting. “Karena ada 6 pengurus dan anggota kami yang diputus kontrak secara sepihak maka kami turun ke jalan melakukan aksi solidaritas dan menuntut agar hak hak ke enam anggota kami dikembalikan serta tidak ada lagi Union Busting terhadap karyawan”, pinta Jopu.

Lebih lanjut Jopu mengatakan, Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Buruh Majalengka ini, Selain aksi solidaritas terhadap teman kami yang di putus kontrak secara sepihak. Kami juga menduga ada indikasi pemberangusan Serikat Pekerja di perusahaan PT.BBS tersebutserta telah terjadi scorsing waktu yang telah lama ada  dan menjadi hal biasa di perusahaan ini itu. Oleh sebab itu, kami berharap pihak pemerintah ,khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Wasnaker agar lebih memperhatikan hal ini, kaena ini sangat merugikan para buruh yang ada di perusahaan tersebut”, jelasnya.

Selang beberapa jam setelah aksi digelar, pihak management perusahaan akhirnya bersedia untuk bernegosiasi dengan para buruh yang diwakili DPC SPN Kabupaten Majalengka dengan mengadakan Bipartit antara perusahaan dan pihak Serikat Pekerja untuk membicarakan tuntutan para buruh tersebut .

Menurut Jopu dari hasil negosiasi Bipartit tersebut, tiga tuntutan yang dilayangkan SPN baru dua tuntutan yang disepakati perusahaan yaitu menghentikan Union Busting dan Perbudakan, sementara tuntutan lainya untuk kembali mempekerjakan ke enam karyan tersebut masih dalam pertimbangan. “Setelah kita bernegosiasi dengan pihak perusahaan , dari tiga tuntutan yang kami suarakan, kesimpulannya ada satu poin tuntutan yang belum bisa di berikan jawaban oleh perusahaan terkait ke-enam karyawan yang diputus kontrak secara sepihak. Mereka meminta waktu untuk membicarakannya kembali di kemudian hari”, kata Jopu.

“Tadi saat diadakannya perundingan tersebut kami semua menandatangani hasil dari apa yang telah dirumuskan, termasuk didalam nota kesepakatan tersebut. Turut pula menandatangani dari perwakilan Dinas K2UKM  Kabupaten Majalengka yang di wakili oleh salah satu Kepala Bidang di dinas tersebut, selain itu ada juga perwakilan dari media yang kali ini diwakili oleh Rian dari media Sidik Jari. Dengan demikian maka cukuplah kuat bahwa untuk kedepan di perusahaan tersebut tidak akan melakukan dua hal tersebut diatas”.pungkas Ketua DPC SPN Majalengka Joko Purnomo yang sekaligus merupakan Ketua ABM. (***)