SEJUMLAH PROYEK DI KABUPATEN MAJALENGKA DI SOAL, APARAT HARUS BERSIKAP

oleh -133 views

KORANDESA.ID, MAJALENGKA – Arus air deras dimusim penghujan saat ini seirama dengan kritik publik terhadap sejumlah pekerjaan proyek di Kabupaten Majalengka. Diduga masih ada pekerjaan yang asal asalan, bahkan terbengkalai dalam pengerjaannya. Sehingga hal itu menjadi sorotan publik, bahkan viral dimasyarakat Seperti pada pengerjaan Bundaran munjul yang awalnya dipasang pagar besi berubah berubah jadi stainless dan sampai berita ini diturunkan urung selesai. Selain itu, proyek paving blok, dan Alun alun majalengka tak luput juga dari perhatian publik.

Selain pengerjaan alun alun taman kota yang terkesan mangkrak jembatan Cikeruh yang baru dua bulan selesai sudah rusak hingga viral di media sosial sebagai mana diberitakan media ini sebelumnya menjadi perhatian khusus bagi pemerhati dan kalangan masyarakat, sebab jembatan merupakan infrastrutur yang vital sangat berbahaya jika kondisinnya tidak baik dan kontruksinnya meragukan.

Untuk mengetahui penyebab kerusakan pada Jembatan Cikeruh, penghubung Desa Sindang dan Pasirayu, di Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka yang bagian pondasinya kini rusak.

Menurut keterangan Kepala Inspektorat Kabupaten Majalengka Edi Noor Sujatmiko, saat ini tim BPK RI tengah melakukan audit terhadap sejumlah pembangunan fisik yang dilaksanakan di Tahun 2019. Akibat terjadi kerusakan pada pondasi jembatan Cikeruh tersebut BPK kemungkinan menjadikan salah satu sampel untuk diperiksa bersama pembangunan jalan dan jembatan lainnya yang telah ada pengaduan dari masyarakat.

“Akan ada pemetaan resiko, kenapa terjadi kerusakan, ada beberapa hal yang akan diteliti menyangkut hal tersebut,” ungkap Edi.

Pertama pada perencanaan, kontruksi seperti apa yang layak untuk sungai seperti Cikeruh yang berada di lokasi tempat pembangunan jembatan saat ini. Perencanaan harus secara rinci dan teliti, agar kontruksi tahan terhadap benturan batu dan derasnya air sungai. Hal tersebut juga meliputi bagimana cara pembangunanya.

Selain itu pada pelaksanaanya apakah ada atau tidak terjadi penyimpangan dari bestek yang sudah direncanakan sebelumnya, serta ketiga bagaimana proses pengawasan yang dilakukan saat itu.

“Nah dari ketiganya harus dikaji secara menfalam apakah ada unsur transaksional atau tidak pada proses-proses tersebut mulai perencanaan pelaksanaan dan pengawasan siapa pelaksana apakah ada transaksional dalam pekerjaan itu termasuk di tempat lain, untuk pemeriksaan jembatan cikeruh saya menunggu koordinasi apakah BPK atau Inspektorat Majalengka atau intansi lain” kata Edi Noor.

Diperoleh informasi, saat ini ada tiga pengaduan dari masyarakat menyangkut pembangunan fisik yang terjadi di Kabupaten Majalengka, pertama rehabilitasi jalan Bantarujeg-Malausma yang dananya bersumber dari DAK Tahun 2019 dan kini tengah dalam penyelidikan Polda Jabar, selain itu Jembatan Cikeruh dan satu jembatan lainnya. (KD 01)