Seputar Sidang Perkara Gugatan Pembatalan Akta Lahir : Kuasa Hukum Kedua Belah Pihak Upayakan Jalan Damai Antara Ibu Dan Anak

oleh -14 views

Majalengka,korandesa.id – 14 minggu sudah perjalanan perkara gugatan pembatalan kutipan akta lahir seorang anak oleh Ibu kandungnya di Pengadilan Negeri (PN) Majalengka belum menemui titik temu. Namun sampai saat ini, upaya perdamaian terus ditempuh oleh para kuasa hukum kedua belah pihak. Mereka terus memberikan masukan kepada masing masing kliennya agar persetruan antara ibu dan anak ini bisa diakhiri dengan damai sebelum majelis hakim menjatuhkan palu. Sayang seribu kali sayang, upaya tersebut sampai persidangan ke sepuluh kalinya ini, Kamis (22/07/2021) belum juga melandai, padahal semua berharap perkara gugatan antara ibu dan anak ini berujung damai.

“Ya, Kami akan terus berupaya mencari jalan damai, dengan terus memberikan pengertian pada mamih (Sri Mulyani alias Kwik Lioe Nio) sebagai penggugat, Namun si mamih bersikukuh pada pendiriannya, karena dia punya prinsif bahwa dirinya punya kewenangan untuk mengelola harta warisan tersebut. Ada kesepakatan yang sampai saat ini belum tercapai, tapi walaupun demikian kami akan terus memberikan pengertian pada klien kami, “jelas Asep Rahman kuasa hukum penggugat melalui telpon selularnya.

Menurut Asep Rahman, penggugat menginginkan pengelolaan harta tersebut oleh dirinya. ” Kemauan mamih semuanya dikembalikan pada perjanjian awal. Mamih menginginkan antara Eko dan Ika kebagian sama rata, jangan sampai dikemudian hari ada gontok gontokan. Tapi keinginan dari tergugat, harus ada pemilahan antara wasiat dengan warisan, hal itulah yang sampai saat ini belum mencapai perdamaian, “jelas Asep.

Lebih jauh Asep mengatakan, dalam pengelolaan tersebut harta warisan yang di Abok Majalengka, seolah olah dibeli sama mamih (penggugat) dan hasil penjualannya sebagian akan dipergunakan untuk rehab rumah di Neglasari yang akan ditempati oleh penggugat.

Diakui Asep, dalam persidangan yang di gelar Kamis siang tadi (22/07/2021) pembuktian dokumen dari tergugat sudah komplit. “Ketika kami lihat pembuktian dari tergugat sudah kompilt, bukti buktinya kuat, tapi pada pessidangan berikutnya kami akan menghadirkan saksi dari penggugat yang tau masa kecinya tergugat, saksi tersebut merupakan orang yang seusia dengan tergugat, “tambahnya.

Sementara itu di tempat terpisah kuasa hukum Ika Wartika mengatakan, bukti-bukti yang menunjukan Ika Wartika sebagai anak penggugat cukup kuat. Antara lain adalah akta kelahira, surat kenal lahir, surat keterangan dari Kejaksaan Tinggi tentang perubahan nama Ika Wartika alias Auw Gien Nio dan betul asli orang Indonesia yang lahir di Majalengka dengan orang tua Andi Kurnaedi dan Sri Mulyani.

Selain itu buku raport dan Ijazah dengan tertera nama ayahnya, sejumlah foto ketika Ika Wartika semasa bayi yang digendong oleh ibunya Sri, serata foto anak-anak dan remaja yang berfoto bersama denga orang tuanya. “Banyak bukti yang kami sampaikan kepada Hakim, yang menunjukan Ika benar-benar anak dari Sri dan suaminya. ” ungkap Cahyadi.

Menyinggung soal perdamaian, Cahyadi memgungkapkan harapannya untuk berdamai. Pihaknya sudah berulang kali melakulan komunikasi dengan pensihat hukum penggugat. Menurutnya pengelolaan harta harus sesuai dengan ketentua hukum waris dan wasiat. Karena ternyata ayah Ika atau suami dari Sri ini semasa hidupnya pernah membuat wasiat di notaris menyangkut harta yang ditinggalkannya. Berapa persen hak Ika dan berapa persen hak istrinya disana disebutkan secara jelas. Surat wasiat tersebut kemudian dibuat ulang oleh Sri di notaris lainnya yang sebagian mengacu pada wasiat suaminya.

Namun kerika diminta untuk. menepati wasiat dan waris yang telah dibuat di notaris justru kembali mentah karena tidak bersedia menepati perjanjiannya. “Tidak konsisten dengan apa yang telah dibuatnya dihadapan notaris.” kata Cahyadi.

Sedangkan kliennya kini bersedia memenuhi wasiat orang tuanya.
Meski demikian Cahyadi berharap jalan damai bisa dilakukan. (***)