Sidang Kasus INA Terus Bergulir secara Marathon

oleh -46 views

Majalengka, korandesa.id – Sidang perkara Putra Bupati Majalengka terus berlanjut secara marathon, setelah pada hari senin ( 16/12 ) lalu hakim Pengadilan Negeri Majalengka mendengarkan pembacaan dakwaan Jaksa penuntut umum ( JPU ). Hari ini, Kamis (19/12 ) sudang berlanjut dengan mendengarkan keterangan saksi ahli.

Dalam persidangan tersebut Saksi Ahli Pidana I Tjudin SH. MH., dari Fakultas Hukum Unpad dalam keterangannya menjelaskan perbuatan terdakwa tidak memenuhi unsur mempergunakan senpi tanpa hak sebagaimana yang diatur dalam UU Daraurat No 12 Tahun 1951, lebih lanjut Ahli menjelaskan terkait culpa (kelalaian), bahwa saudara terdakwa diduga lalai tidak menyimpan kembali senpi yang dimiliki ketempat semula”, ujar Alhi.

Sementara itu Kuasa Hukum INA Dr. Kristiawanto mengatakan berdasarkan keterangan ahli dipersidangan kliennya tidak ada niat ( mens rea) untuk meletuskan senpi. “Memang letusan tersebut terjadi karena perebutan tarik menarik antara korban dan terdakwa (pergumulan) dan saat perebutan laras menghadap keatas sesuai fakta persidangan, jadi ya karena ketidak sengajaan dan senpi dimaksud legal ada ijinnya” ujar kris.

Lebih lanjut terkait pengkroyokan Kristiawanto mengatakan kliennya tidak pernah memerintahkan memukul korban ikut serta memukul korban, tetapi hal tersebut dilakukan kepada korban atas inisiatif Udin dan Sholeh. ” Terungkap dipersidangan bahwa klien kami ( Terdakwa ) tidak pernah memukul korban dan ikut serta memukul korban, tapi hal itu dilakukan atas inisiatif udin dan soleh”, tegas kris.

Kemudian saksi Ahli kedua dr. Anindito Sidhy Andaru Menjelasakan terkait permintaan visum at rapertum permintaan dari Polres Majalengka, dijelaskan tidak ditemukan kelainan pada bagian belakang badan dan angota gerak bawah korban masih bisa melakukan aktifitas sehari – hari dan luka ditanggannya termasuk luka ringan.

Berdasarkan keterangan saksi Ahli dari Dokter yang melakukan Visum, Kris menjelaskan “ Terjadinya luka ditangan korban tidak adafaktor kesengajaan dan saat persidangan ditunjukan oleh korban luka ditangan dimaksud sudah sembuh seperti semula dan dapat melakukan aktifitas secara normal” jelas Dr.Kristiawanto.

Pantauan KD dilapangan sidang yang berlangsung dari Pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 18.00 WIB dipimpin oleh Eti Koerniati. SH. MH.,yang didampingi hakim anggota Kopsah. SH. MH., dan Dikdik Haryadi. SH.. Rencananya sidang akan dilanjutkan kembali pada hari senin mendatang ( 23/12 ) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli senjata api serta saksi meringankan yang akan dihadirkan oleh kuasa hukum terdakwa. ( KD-02 )