Sidang Lanjutan Gugatan Perdata Ibu Terhadap Anak, Hanya Berlangsung 5 Menit

oleh -16 views

Majalengka, korandesa.id – Sidang gugatan perdata permohonan penghapusan akta kelahiran anak oleh ibunya  di Pengadilan Negeri (PN) Majalengka dengan agenda replik atas jawaban tergugat berlangsung kurang lebih 5 menitan mulai pukul 10.20 WIB hingga pukul 10.25 WIB.

Sidang ketiga setelah proses mediasi gagal. Ketua Majelis Hakim Kopsah. SH., Mengawali persidangan menanyakan kepada kuasa hukum Sri Mulyani juga kuasa Hukum Ika Wartika soal dilakukannya kesepakatan damai, namun kedua belah pihak menyebutkan belum ada upaya kesepakatan damai diantara keduanya. Akhinya sidang dilanjut dengan penyerahan replik dan tidak dibacakan alasanya telah menerima salinan dari replik tersebut. Dan Ketua Sidang bersama para pihak menyepakati sidang dilanjut pada 10 Juni mendatang untuk mendengarkan jawaban atas keterangan pengugat.

Kuasa Hukum penggugat, M Asep Rachman serta Agus Susanto mengatakan, pihaknya tetap berpegang teguh pada dalil-dalil yang pernah disampaikan penggugat Sri Mulyani sebagaimana yang pernah disampaikan pada materi gugatan. Dan menolak seluruh jawaban tergugat baik dalam eksepsi maupun dalam pokok perkara.

Menurutnya gugatan diajukan untuk meluruskan garis keturunan dan fakta hukum yang sebenarnya.  Selain itu penggugat mengajukan pembatalan akta kelahiran atas nama Ika Wartika No 41/SAL.1958   tertanggal 5 Maret 1985  yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Kantor Catatan Sipil Kabupaten Majalengka melalui Pengadilan Negeri Majalengka tanggal 7 Maret 1983 tercatat atas nama Ika Wartika alias Kwik Gien Nio adalah salah, tidak sah, cacat hukum dan batal demi hukum .

Alasanya  dalam proses  pembuatan akta didasarkan pada keterangan yang tidak benar dan tidak sah. Penggugat hanya ingin meluruskan tentang garis keturunan yang sebenarnya.

Seperti halnya pada poin 5 dalam pokok perkara, penggugat mengatakan, sekitar Tahun 1964 disaat usia tergugat 6 tahun, dipelihara dan di rawat  oleh penggugat bersama suaminya Andi Kunaedi karena dititipkan oleh orang tua tergugat Kwik Siong Thay. Dan kemudia dibuatkan kutipan akta kelahiran oleh Andi Kurnaedi.

Ke.udian pada poin 8, bahwa tergugat  bukanlah anak kandung dari penggugat dan suaminya, karena penggugat dan suaminya tidak memiliki anak , maka secara hukum  penggugat adalah satu-satunya ahli waris dari almarhum suaminya (andi Kurnaedi alias Auw Kim Tjeng).

Sementara itu kuasa hukum tergugat Cahyadi, , Wahyu Harmoko dan Asep Suangsa mengatakan, banyak materi yang tidak dijawab oleh penggugat serta adanya jawaban yang tidak nyambung dengan materi yang disampaikannya. ” Termasuk soal salahnya gugatan yang harusnya gugatan disampaikan melalui Peradilan Tata Usaha Negara “, kata Cahyadi.

Pada sidang berikutnya, pihaknya akan menyampaikan dan menjawab soal materi yang disampaikan oleh penggugat. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.