Sidang Lanjutan Gugatan  Sri Mulyani, Kuasa Hukum Tergugat Yakin Bakal Ada titik Temu

oleh -14 views

Majalengka, korandesa.id- Sidang lanjutan gugatan perdata pembatalan akta lahir Ika Wartika alias Kwik Gien Nio oleh Ibunya yang digelar pada Kamis Siang (08/07/2021) masih berkutat pada pembuktian tertulis penggugat. Padahal dalam agenda sidang sebelumnya pada Kamis (01/07) minggu lalu, seharusnya sidang hari ini memasuki Agenda Pembuktian dari tergugat, namun karena majelis hakim menilai adanya pembuktian penggugat yang harus diperbaiki dan ditambahkan, maka sidang pun masih berkutat pada pembuktian dari penggugat.

Cahyadi salah satu kuasa hukum tergugat ( Ika Wartika ) membenarkan bahwa sidang kali ini masih dalam Agenda pembuktian dari penggugat. Karena menurutnya, ada dua bukti catatan dari penggugat yang harus diperbaiki dan ditambahkan. “Tadinya agenda sidang hari ini adalah pembuktian dari kita, cuman karena pada sidang yang lalu ada dua bukti tertulis yang harus ditambahkan dan diperbaiki akhirnya sidang kali ini masih sidang pembuktian dari penggugat “, jelas Cahyadi.

Menurut Cahyadi, dalam persidangan minggu lalu ada 10 bukti surat yang disodorkan penggugat Sri Mulyani alias Kwik Lioe Nio kepada majelis hakim, namun menurutnya hanya 8 bukti yang diterima majelis hakim dan dua bukti surat tidak jelas.

Dua bukti surat yang tidak jelas tersebut, menurut Yadi, diantaranya surat pengantar keterangan lahir Kwi Gin Nyo dari bidan dan surat akte kematian Andi Kurnedi alias Auw Kim Tjeng. ” Surat pengantar lahir dari bidan tersebut tidak jelas tulisannya dan tidak terbaca. Disana namanya Kwi Gin Nyo,  kami tidak tahu siapa itu Kwi Gin Nyo, itu bukan sebuah bukti otentik, sementara klien kami memiliki bukti bukti otentik, misalnya catatan akta kelahiran dan keterangan kewarganegaraan yang di keluarkan Pegawai luar biasa Catatan Sipil Kabupaten Majalengka”, kata Cahyadi.

Namun walaupun demikian, Cahyadi meyakini bahwa perkara yang sedang ditanganinya ini akan ada titik temu. Ia menilai bahwa dalam perkara ini latar belakangnya adalah harta, ” Sebetulnya suka tidak suka, malu tidak malu, mau diakui atau tidak, pada ujungnya sidang perkara perdata ini adalah rebutan harta, “kami yakin kalau tidak ada harta yang diperebutkan perkara ini tidak akan muncul sampai ke persidangan, jadi kalau ini soal harta, Ya ! Sudah jangan ngacak ngacak ke masalah yang lain, kita kembalikan saja keketentuannya tentang waris. Hal ini sudah kami bicarakan dengan Kuasa hukum penggugat, mereka sangat mengerti dan akan membicarakan kembali kepada Kliennya sebagai penggugat”, jelasnya

“Kami berharap sebelum keputusan majelis hakim hatuh, perkara ini ada titik temu dan berakhir damai antara ibu dan anak”, pungkas Cahyadi penuh harap.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.