Soal Insiden Pemukulan, Enther Serahkan Kasus Kadernya Pada Polisi

oleh -344 views

Majalengka, korandesa.id Ketua ormas kepemudaan, Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Majalengka mengimbau kadernya untuk menahan diri pasca terjadinya pemukulan oleh anggotanya kepada oknum LSM Lidik yang juga mengaku sebagai wartawan.

Majelis Pertimbangan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila sepenuhnya menyerahkan kasus yang terjadi di Desa Mekarwangi, Kecamatan Lemah sugih pada penegak hukum.

“Imbauan kami kepada seluruh kader Pemuda Pancasila menahan diri. Serahkan semua kepada hukum yang berlaku, serahkan semua permasalahannya pada penyidik,” kata Ketua MPC Pemuda Pancasila Majalengka, Enther Nizar, Rabu (30/6/2021).

Enther juga menegaskan, bahwa kadernya yang terlibat dalam pemukulan telah menyerahkan diri pada pihak yang berwajib Polres Majalengka.

Menurut Enther, insiden yang terjadi di Desa Mekarwangi bukanlah hal yang direncanakan.  

Anggota yang terlibat tidak ada niatan untuk menghalang-halangi tugas wartawan ataupun kegiatan jurnalistik.

“Waktu itu anggota kita datang ke kantor desa. Mereka datang untuk suatu keperluan, karena selain anggota PP juga warga desa setempat. Bahkan ada obrolan antara mereka sebelum terjadinya insiden pemukulan dan semuanya sudah disampaikan pada penyidik,” jelasnya.

Enther berharap, pihak LSM Lidik ataupun rekan korban yang mengatasnamakan wartawan juga menghormati proses hukum yang berjalan.

“Kita menghormati proses hukum sedang berjalan, biarkan penyidik menangani masalahnya sesuai koridor hukum yang berlaku, jangan ada intervensi dalam bentuk apapun, kami yakin polisi akan menangani masalah ini secara profesinal,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya sangat menghormati tugas wartawan. Dan selama ini hubungan antara Pemuda Pancasila dengan pers terbangun baik. Bahkan sering bersinergi dalam beberapa kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Saya sesalkan kejadian ini, tetapi saya yakin permasalahan seperti ini tidak akan terjadi bila wartawan dalam bertugas menjalankan etika profesi dan kode etik jurnalistik,” pungkasnya.