Soal Kritikan LPA Majalengka, Bupati: Sebuah Kasus Itu Tidak Bisa Digeneralisasikan Menjadi Keputusan

oleh -113 views

Majalengka, korandesa.idLembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Majalengka menolak predikat Kabupaten Layak Anak yang diraih oleh Kabupaten Majalengka.

Pernyataan itu dilontarkan langsung oleh Ketua LPA Kabupaten Majalengka, Aris Prayuda, pada Sabtu (20/3/2021).

Aris menganggap, predikat tersebut hanya sebatas formalitas demi mengejar penghargaan.

Pasalnya, berbagai macam kasus kekerasan yang menimpa anak-anak di Majalengka saat ini faktanya semakin bertambah.

“Selama tahun 2020 saja LPA Majalengka mendapatkan pengaduan dan pelayanan sebanyak 31 kasus dengan 21 kasus sudah inkrah, maka dari itu kami menolak penghargaan Kabupaten Layak Anak untuk Kabupaten Majalengka,” ujar Aris dalam keterangan yang diterima oleh korandesa.id.

Hal tersebut ditanggapi langsung oleh Bupati Kabupaten Majalengka Karna Sobahi.

Bupati mengatakan, pernyataan tersebut kurang tepat, sebab sebuah kasus itu tidak bisa digeneralisasikan menjadi sebuah keputusan.

“Penilaian sebuah penghargaan itu kan komprehensif, tidak hanya dari kasus, jangan asal cap Majalengka tidak layak, bukan begitu cara berpikirnya,” ujar Bupati kepada korandesa.id, Senin (22/3/2021).

Bupati mengakui kekurangan itu pasti ada, namun dirinya berharap, kritik itu tidak harus memutuskan, melainkan memberi masukan yang membangun.

“Di mana pun pasti terjadi, Kabupaten mendapat penghargaan, pasti ada kekurangannya. Tinggal memberikan masukan kepada kita apa yang menjadi kekurangan Pemda, kita memperbaiki kekurangannya itu, bukan diangkat terus di cap tidak layak, tidak bisa begitu,” jelasnya.

Laporan: Erick Disy Darmawan