Sutrisno tanggapi issue mengenai Bulog akan musnahkan 20 Rb Ton cadangan beras

oleh -103 views
Gambar Anggota Komisi IV DPR RI Dr. H. Sutrisno, SE, M.Si. hasil tangkapan layar dari akun Instagram Tv @ratnahapsari_

Jakarta, korandesa.id – Ramainya issue mengenai Perum Bulog yang berencana akan musnahkan 20.000 ton cadangan beras yang berasal dari stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP), Komisi IV DPR RI perwakilan Dapil IX (Sumedang, Majalengka, Subang) dari fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. Sutrisno, SE,. M.Si. menanggapi issue tersebut saat di wawancarai oleh Ratna Hapsari di akun Instagramnya @ratnahapsari_, pada hari Kamis(05/12/2019).

Saat tayang di akun Instagram Tvnya Ratna menanyakan kepada Sutrisno mengenai lumbung beras yang terancam Disposal.

Sutrisno juga menyampaikan akan ada pemusnahan susulan cadangan beras sebanyak 900.000 ton menurutnya nasibnya akan sama seperti yang 20.000 ton.

“Akan menyusul yang lebih besar lagi, yaitu 900.000 ton, itu juga beras impor tahun 2017, nasibnya akan sama dengan yang 20.000 ton,” Tanggapnya saat di Instagram Tv akun @ratnahapsari_.

Menurut Sutrisno seperti yang disampaikan oleh direktur utama Bulog barang tersebut sudah tidak bisa dikonsumsi.

“Saat diminta penjelasannya ke Dirut Bulog, ini barangnyakan tidak bisa dikonsumsi, sudah tidak bisa dilepas keluar,” Ujar Sutrisno.

Saat mendengar hal tersebut Ratna melontarkan pertanyan memposisikan dirinya sebagai masyarakat umum.

“Kalau bicara barangnya tidak bisa dikonsumsi, berartikan tidak berkualitas, kenapa dibeli yah pak ?,” Tanya Ratna ke Sutrisno.

Seperti yang ditanyakan kepada dirinya (Sutrisno) ia juga menanyakan hal yang sama kepada dirut bulog.

“Saya juga menanyakan hal itu kepada Dirut Bulog, kenapa kok tidak dilepas ke pasar atau tidak bisa dimanfaatkan ataupun tidak bisa di Re Ekspor,” Ucapnya.

Namun sangat disayangkan menurut Sutrisno Bulog hanya kuantiti saja yang diperhatikan tidak memperhatikan kualitas.

“Dari awal saja barang itu kualitasnya sudah tidak bisa dimanfaatkan, apa alasannya kok sampe membeli barang yang seperti itu, itu menjadi persoalan,” Jelasnya.

Sutrisno juga akan mengawal permasalahan ini kenapa hal seperti ini bisa terjadi.

“Perlu ditanyakan, ini kebijakannya siapa ? Apa latarbelakangnya sampai mau mengimpor barang yang tidak bisa dikonsumsi,” Tegasnya.

Masih senada oleh Sutrisno pernah ia sampaikan kepada Dirut Bulog.

“Pada saat panen raya biasanya kan ada penyimpanan cadangan makanan, yang lama di keluarkan supaya selalu baru,” Katanya.

“Kemudian juga mengekspor beras katanya juga harganya mahal kita tidak bisa bersaing, penasaran juga buat saya, komponen biaya produksi padi itu di negara manapun sama,” Sambungnya.

Ia juga berniat akan mengusulkan kepada Ketua Komisi IV DPR RI hal tersebut untuk dikaji dan dipelajari negara mana yang biaya pengolahan nya lebih murah.

“Saya juga akan mengusulkan kepada Ketua Komisi IV untuk bagaimana bisa mengkaji dan mempelajari di negara mana yang bisa lebih murah biaya pengolahannya,” Pungkasnya.

(Rick)