Taruna Merah Putih (TMP) besutan Maruarar Sirait ini selalu menginovasi anak muda tetap berkarya

oleh -5 views

Bandung, Korandesa.id. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Taruna Merah Putih Jawa Barat meresmikan Public Space dan Ngopi Bung serta Pelantikan DPC TMP se-Bandung Raya di Jalan Kebon Jati No.88 Kebonjeruk Kecamatan Andir, Kota Bandung, Kamis (25/8/2022).

Kegiatan dihadiri oleh Wakil Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih Rieke Diah Pitaloka yang juga anggota DPR RI daerah pemilihan Karawang, Purwakarta dan Kab. Bekasi. 

Dalam arahan politiknya RDP, sapaan akrab Rieke Diah Pitaloka menceritakan perjalanan dirinya memulai karier politik bergabung di PDI Perjuangan.

“Saya berpesan untuk kader-kader TMP Jawa Barat agar mau berproses, tidak ada yang instan. Awal mula saya bergabung di PDI Perjuangan saya diajak sama Bang Maruarar Siarait, bersama beliau menjadi Sekjen DPP Taruna Merah Putih tahun 2008. Hingga saat ini saya masih kader Taruna Merah Putih,” ujar RDP.

Rieke Diah Pitaloka, pemeran Oneng pada Bajaj Bajuri yang juga politikus PDI Perjuangan, mendorong pemuda jangan asyik di zona nyaman. Menurutnya, pemuda bisa menerapkan salah satu kutipan dari pendiri bangsa, Soekarno.

“Mengutip Bung Karnoanak muda harus berani hidup ber-vivere pericoloso. Hiduplah dalam bahaya, hidup menyerempet bahaya. Asal jangan ber-vivere pericoloso kepada Allah SWT, ” katanya pada peresmian kantor Taruna Merah Putih (TMP) Jawa Barat, organisasi kepemudaan PDIP di Jalan Kebon jati, Kota Bandung, Kamis, 25 Agustus 2022.

Maksudnya, kata dia, kaum muda jangan asik di zona nyaman, jangan jadi penikmat kekuasaan. Rieke sanagat bangga dengan TMP, sejak didirikan oleh Bang Ara dan diresmikan oleh Bu Megawati sebagai organisasi sayap Partai, TMP selalu memotvasi anak muda tetap optimis dan berkarya sehingga pembentukan karakter di TMP jelas dan terukur.

“Perjuangkan kekuasaan untuk jalan pengabdian, meskipun artinya hidup dalam bahaya, dengan tetap menautkan hati dan pikiran pada Allah SWT, Tuhan YME,” tutur dia.

Rieke yang merupakan Wakil Ketua Umum DPP TMP mengatakan, TMP harus menjadi ‘kawah candradimuka’ untuk menempa kaum muda menjadi generasi yang siap mengabdikan diri untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.

Sebagai sayap partai, TMP memiliki tanggung jawab memperkuat jalan ideologis kepartaian, yaitu menjadikan partai alat perjuangan kepentingan masyarakat. Bukan kepentingan pribadi dan golongan.

“Tujuan TMP dibentuk sejak awal bukan untuk mereproduksi kader-kader pragmatis, yang berorganisasi hanya berorientasi pada kekuasaan dan jabatan atau mencari keuntungan ekonomi,” katanya.

TMP memperjuangkan lahirnya kader-kader muda yang memiliki dan meyakini nilai-nilai perjuangan, solidaritas, gotong royong dan tanggung jawab. Ke depannya TMP membuka kursus politik, pelatihan advokasi kesehatan dan kebencanaan, pembinaan dan peningkatan kapasitas anak muda yang bergerak di bidang UMKM, serta kegiatan-kegiatan kebudayaan

Jika suatu saat kader-kader TMP dipercaya sebagai wakil rakyat atau eksekutif, jangan pernah ragu memperjuangkan kepentingan rakyat, karena rakyat pun pada saat memilih tak ragu menitipkan perjuangan mereka,” ucapnya.

“Jangan kemenangan dan jabatan justru membuat kita menjadi manusia penakut. Takut kehilangan jabatan, namun tidak takut jabatan yang merupakan amanah rakyat justru digunakan untuk menyusahkan hidup rakyat,” tutur Rieke melanjutkan.

Sementara itu Ketua DPD TMP Jabar Niko Rinaldo mengatakan, peresmian kantor merupakan komitmennya terhadap Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar Ono Surono dan Ketua Umum TMP Maruarar Sirait, setelah 11 Juli pelantikan DPD TMP Jabar. Pada bulan Agustus harus sudah diresmikan kantor dan unit usaha organisasi.

“Bang Ara selalu mengajarkan kami satukan perkataan dan perbuatan, Alhamdulillah komitmen kami terhadap organisasi dan partai sudah kami tuntaskan,” katanya.

Ara juga selalu berpesan, selain kader-kader TMP diharapkan memiliki idiologi yang kuat, berkarakter dan memiliki kemampuan untuk membesarkan partai, juga harus berdikari secara ekonomi sebagaimana ajaran Bung Karno, Trisakti. Red