TENAGA AHLI DPR RI IKUTI ORIENTASI DI KESETJENAN

oleh -98 views
Deputi Bidang Persidangan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI Damayanti saat menjadi pemateri pada Sosialisasi Tenaga Ahli Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, di Ruang KK II, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (27/1/2020).
Foto by: Geraldi/Man

Orientasi Tenaga Ahli DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan semakin sore semakin memanas, panelis dengan peserta Orientasi diskusi panjang dan bersemangat.

Jakarta. Korandesa. Deputi Bidang Persidangan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI Damayanti menegaskan, seorang Tenaga Ahli (TA) Anggota DPR RI harus mengetahui dan memahami serta siap dalam mengerjakan tugasnya sebagai TA. Disamping itu, TA juga harus mengetahui peran dari Kesetjenan sebagai supporting system kedewanan, rumah aspirasi serta sistem perjalanan dinas bagi Anggota DPR RI.

Hal itu diungkapkan usai menjadi pemateri pada Sosialisasi Tenaga Ahli Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, di Ruang KK II, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (27/1/2020). Sekaligus membuka acara Orientasi menggantikan Sekjen yang halangan hadir.

“Kalau TA tidak mengetahui dan tidak mengerti apa tugas fungsinya, dia mau ngapain? TA kan juga sudah jadi bagian keluarga kita, nanti juga dia harus mensosialisasikan DPR RI. Kami ingin para TA menjadi followers dari kami (media sosial DPR RI) dan itu harus. Karena itu penting bagi kita semua untuk keluar dan mensosialisasikan. Kita bisa menjadikan mereka (TA) sebagai buzzer-buzzer kok,”katanya.

Maya meminta kepada para TA untuk kreatif dan berinisiatif memanfaatkan rumah aspirasi yang ada di setiap dapil Anggota DPR RI. Karena, rumah aspirasi memang diperuntukkan bagi Anggota DPR RI, terutama bagi konstituen yang berada di daerah agar bisa tetap menyampaikan aspirasi kepada wakilnya di DPR RI.

“Dengan rumah aspirasi, mereka bisa menyampaikan langsung ke wakilnya di Jakarta, kemudian dibicarakan Anggota DPR RI di tingkat Fraksi. Tindak lanjutnya bisa berupa pertanyaan di komisi-komisi saat rapat dengan mitra atau mungkin selesai di tataran internal partai,” lanjut Maya.

Maya berharap semua aktivitas kedewanan dapat diinformasikan ke publik. “Kalau dia di rumah aspirasi, jangan cuma menulis laporan saja, tetapi kegiatan ketika orang datang itu (aspirasi) bisa disampaikan ke masyarakat itukan bagus sekali,” paparnya.

Terkait perjalanan dinas, Maya menekankan agar TA teliti dalam menyiapkan dan melengkapi persyaratan administrasi kunjungan kedinasan bagi ANggota Dewan. Dan yang terpenting adalah adanya subtansi yang diberikan kepada Anggota Dewan sebagai bahan pada saat dia bicara nantinya.

“Secara administrasi, saya ga mau Anggota DPR RI itu dipermalukan. Ketika dia (TA) mendampingi, namun tidak memiliki Visa, dan sampai ada Anggota DPR harus dideportasi. Saya tidak mau kejadian di periode lama terulang kembali. Jadi, TA harus siap, teliti dan mengerti, karena saat kunjungan perorangan, pihak kesetjenan tidak turut mendampingi. Melalui sosialisasi seperti ini mereka harus paham Apa itu SPPD, apa Surat Tugas, dan apa Visa,” tegasnya.

Terakhir, Maya juga menekankan, bahwa setiap persyaratan administrasi kunjungan kedinasan harus diselesaikan dalam waktu 5 hari. Jika tidak, pada perjalanan kerja berikutnya, akan ada penahanan administrasi keberangkatan sampai administrasi perjalanan sebelumnya diselesaikan. Maya menilai, semua ini dilakukan demi ketertiban semuanya.

Menurut Drs. Sabungan Simatupang TA-174 Dr.H.Strisno SE.MS.i mengapresiasi kegiatan Orientasi ini, menjadi pengetahuan dasar bagi TA dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya, Tugas TA dalam mendampingi Anggota DPR sangatlah berat karena harus mengimbangi fungsi kesetjenan DPR RI, Program Kementerian dalam hal ini birokrasi pemerintah, serta aspirasi masyarakat yang akan diperjuangkan dan semua harus terintegrasi dengan baik dalam rangka mendukung DPR RI yang kompeten dan moderen, seraya menyampaikan terimakasi kepada kesetjenan atas awal kerjasama yang baik dan kedepan lebih baik demi Indonesia Maju. (KD.)