Turunkan Kasus Stunting Di Majalengka, Pemerintah Daerah Bersama Dinas Kesehatan Adakan Rembuk Stunting.

oleh -16 views

KORANDESA.ID, MAJALENGKA, Dalam rangka menurunkan angka stunting di Kabupaten Majalengka, Kemarin siang, Senin (25/07/2022), Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan adakan urun rembuk Stunting, bertempat di balroom Fitra hotel Majalengka.

Foto : Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana Bersama Dinas kesehatan dan para Kepala OPD tandatangani kesepakatan penanganan stunting di Kabupaten Majalengka.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana untuk membuka acara, unsur Forkopimda, Sekda, para kepala OPD, Camat dan Kepala Puskesmas serta Kepala desa yang lokus Stunting.

Pada kesempatan itu, Sekertaris Dinas Kesehatan H. Agus Susanto menjelaskan, berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia tahun 2021 Kabupaten Majalengka masih di angka 23%, Agus menambahkan, ‎awal pandemi tahun 2020 lalu, penanganan stunting tetap menjadi prioritas bersama dengan penangnan penyakit lainnya yang dinilai rentan terhadap penyebab kematian.

Langkah yang dilakukan Dinas Kesehatan dalam tahapan penanganan stunting  menurut Agus, saat ini pihaknya sedang melaksanakan pemberian tablet tambah darah untuk usia sekolah dan remaja, terutama kalangan calon pengantin serta pemberian makanan tambahan dan vitamin pada balita.

“Upaya preventif terus dilakukan. Sebagai catatan, selama satu tahun untuk periode 2020-2021 dari data awal sebanyak 4382 kasus stunting kini menjadi 2932 kasus stunting mengalami penurunan,” ungkap Agus.

Sementara itu, Wakil Bupati Majalengka Tarsono D. Mardiana mengungkapkan bahwa yang dilakukan pemerintah untuk memastikan terjadinya integrasi pelaksanaan penurunan dalam kasus stunting secara bersama – sama semua stkolder adakan urun rembuk.

” Komitmen Pemerintah Daerah dalam menyampaikan rencana kegiatan intervensi penurunan yang selanjutnya membangun komitmen bersama dengan semua komponen baik Kepala Desa, Dharma Wanita, PKK atau anggota organisasi profesi lainya,” jelas Wabup.

Wabup berharap kepada Dinas terkait yang menangani kasus stunting harus ada gerakan percepatan dalam penanganan stunting, sehingga progres dalam penanganan ini cepat terselesaikan.

Wabup meminta dinas kesehatan dalam penanganan ini bisa merubah perilaku masyarakat tidak hanya saja bumil tidak hanya saja keluarga tapi seluruhnya komponen masyarakat.  “Jadi pada kesempatan ini saya mengajak semua yang hadir dalam kegiatan rembuk ini menjadi sebuah motivasi kita semua  untuk kerja bareng-bareng secara gotong royong , tidak ada hal yang sulit tidak ada hal yang tidak bisa dilaksanakan kalau bekerjasama,” harap Wabup.

Berdasarkan catatan data dari Dinas Kesehatan kasus stunting yang paling tinggi ada di Kecamatan Sumberjaya sebanyak 596 orang dan paling rendah di kecamatan Cikijing 6 orang. Rata – rata karena kurangnya sanitasi dan gizi yang menjadi kendala dalam kasus stunting di beberapa wilayah. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.