Uji Coba Sekolah Tatap Muka di SMP Negeri 2 Majalengka, Siswa Senang Belajar Lebih Mudah Dipahami

oleh -25 views

Majalengka, korandesa.id Sejumlah siswa kelas 9 SMP Negeri 2 Majalengka mengaku senang lantaran bisa merasakan kembali belajar tatap muka.

Uji coba pelaksanaan belajar tatap muka itu sudah berlangsung sejak hari Senin (5/4/2021) kemarin, mereka merasa belajar tatap muka lebih mudah dipahami dibandingkan dengan belajar daring.

“Senang belajarnya lebih mudah dipahami, kalau online mah kadang jaringan suka ngelag jadi suka enggak ke simak semua materinya,” ujar Siswa kelas 9 SMP Negeri 2 Majalengka, Ilham Disy Abraramrullah (15) saat ditemui pada Jumat (9/4/2021) pagi.

Selain itu dirinya juga lebih senang karena bisa bertemu lagi bersama teman-teman sekelasnya.

“Iya senang juga bisa ketemu sama temen-temen sekelas lagi,” lanjut Ilham.

Hal senada dirasakan juga oleh Eva Cellia (15). Eva menyambut antusias digelarnya kembali pembelajaran tatap muka.

Eva mengatakan sudah sangat jenuh mengikuti pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi.

“Seneng banget bisa ketemu temen-temen lagi, bisa belajar di kelas lagi, udah dari lama nunggu bisa berangkat sekolah lagi kaya sekarang. Soalnya sudah bosen belajar di rumah,” ucap Eva.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Majalengka Dadang Dana Permana mengatakan uji coba pelaksanaan belajar tatap muka ini hanya diberlakukan bagi siswa kelas 9 saja.

Hal itu dilakukan sebagai langkah persiapan menghadapi ujian sekolah yang rencananya bakal dilaksanakan pada bulan Mei mendatang.

“Kita mulai hari Senin kemarin. Tapi ini pun hanya diperuntukkan bagi kelas 9 saja, karena kelas 9 kan sebentar lagi menghadapi ujian sekolah,” kata Dadang.

Dadang menjelaskan selain menerapkan protokol kesehatan ketat, sekolah juga membagi jumlah siswa yang belajar dalam satu rombongan belajar. Kata Dadang, tiap rombongan belajar hanya diisi 16 orang siswa.

“Siswa tetap terbatas walaupun satu kelas itu ada 32 orang siswa, tapi dalam pelaksanaan kegiatan ini dibagi dua jadi satu kelas itu hanya 16 orang saja. Protokol kesehatan tetap ditempuh mulai dari cuci tangan, pakai masker dan lainnya,” ucapnya.

“Dalam satu hari untuk pelaksanaan tatap muka kelas 9 juga dibagi jadi 2 shift, shift pertama mulai jam 8 sampai 10, shift kedua jam 10 sampai 12,” lanjut Dadang.

Ia juga memastikan semua guru yang mengajar di SMP Negeri 2 Majalengka telah mendapat vaksinasi. Dadang berharap agar PTM terbatas itu bisa terus dilakukan mengingat faktor kejenuhan yang mulai dialami siswa saat melakukan pembelajaran jarak jauh.

Laporan: Erick Disy Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *