Ujian Sekolah Saat Pandemi, Orang Tua Siswa Lebih Memilih Secara Virtual

oleh -254 views

Majalengka, korandesa.id – Setelah cukup lama belajar di rumah akibat pandemi covid 19, saat ini sejumlah murid Sekolah Dasar mulai melaksanakan ujian akhir semester menggunakan media online yang terhubung ke server guru di sekolahnya.

Saat ujian berlangsuñg anak menggunakan seragam sekolah putih merah layaknya berada di sekolah, dan mulai melaksanakan ujian sekitar pukul 08.00 WIB di depan computer. Di bagian samping terdapat buku tulis dan pinsil.

Makya Widyatmara salah satu murid kelas III SD, salah satu sekolah swasta di Bandung telah bersiap melaksanakan ujian. Sejak pagi pukul 07.00 WIB dia sudah mengenakan seragam dan meyiapkan laptop. Dari sejak dua hari lalu dia telah mempersiakan diri karena telah diberitahu guru di sekolahnya kalau Rabu ini mulai ujian sebanyak dua mata pelajaran Bahasa Sunda dan Agama.

Ujian lewat online tak ubahnya dengan ujian di sekolah karena pengisiannya langsung serta nilai juga bisa diketahui secara langsung.
Trisma orang tua murid mengatakan, PSBB benar-benar berat karena orang tua harus mengajar  setiap mata pelajaran yang diintruksikan oleh guru di sekolah anaknya, target anak agar bisa memahami setiap mata pelajaran yang diberikan.

Namun dia bersukur, walaupun sekolah diliburkan cukup lama anaknya tetap harus belajar dengan dimonitor oleh guru kelas, sehingga target materi pelajaran bisa dicapai.
“Guru di sekolah anak saya benar-benar bertanggungjawab terhadap pendidikan murid-muridnya. Setiap hari ada target belajar layaknya sekolah biasa, jadwal pelajarannya diberikan guru. Saatnya ulangan anak harus bisa mengerjakan soal yang diberikan oleh guru di sekolahnya yang pengerjaanya juga melalui online,” ungkap Trisma.

Cara belajar dan ujian seperti ini lebih dipilih semua orang tua, dibanding harus belajar ke sekolah seperti biasa dengan resiko yang lebih berat, berkumpul di sekolah dan menempuh perjalanan yang belum tentu aman.
“Saya merasakan betul bagaimana  guru harus mengajar anak-anak agar bisa berhasil,” kata Trisma.

Sementara itu Rina Suprhatin salah satu guru di SD Gandasari, Kecamatan Kasokandel mengatakan orang tua murid di sekolahnya tidak semua memiliki android atau laptop. Namun jika harus mengisi lembar soal ujian dengan kertas ujian juga belum tentu aman, karena tidak tau pembuatan soal dimana dan dipegang oleh siapa saja. “Kertas soal dipegang banyak orang, jadi baik bagi guru ataupun murid belum tentu aman dari virus yang selama ini terus dicegah. Terlebih lembar soal dikirim oleh Dinas Pendidikan yang entah pembuatannya di mana dan dipegang siapa saja”, kata Rina.

Makanya Rina berharap, untuk ujian sekolah, lembar soalnya tidak perlu dikirim dari Dinas Pendidikan namun cukup soal yang dibuat oleh sekolah masing-masing tanpa harus bersentuhan  dengan benda asing yang dikirim dari luar. Ini semua demi keamanan dan kenyamanan guru serta murid.
“Saya telah meminta semua orang tua untuk memfoto anak-anak mereka ketika sedang mengisi soal ujian untuk dokumentasi sekolah. Hanya saya berpikir lebih baik Dinas tidak mengirim soal demi kenyamanan dan keamanan murid dan kamis ebagai guru. Percayakan pemberian nilai murid pada kami, karena kami yang mengetahui betul kemampuan setiap murid,” ungkap Rina.()***